SITARO, Hestek.id –Sebagai salah satu kebutuhan pokok di dapur, cabe rawit menjadi sangat penting khususnya masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sitaro. 

Hal ini ditanggapi oleh Kadis Pertanian Kab. Sitaro James Makasenda, 

Menurutnya, saat ini kebutuhan pertahun sangat besar, jumlahnya 230 ton, sementara ketersediaan dari petani hanya sanggup 80 ton dan swadaya sebanyak 5 ton.

“Memang belum mencukupi, karena ketersediaan lahan untuk mengembangkan cabe rawit saat ini hanya sekitar 18 hektare,” jelasnya, Rabu (8/5/2019).

Luas lahan tersebut dikelola sekitar 10 kelompok aktif.

“Itupun yang dibawah binaan Dinas Pertanian dan Perkebunan Sitaro, belum yang di luar,” jelasnya.

Ia mengatakan, pengelolaan terbesar cabe rawit saat ini berada di Tagulandang dan juga ada yang di Siau.

Kekurangan itulah yang yang kemudian bawa dari Manado. Ia pesimis harga cabe rawit akan turun dalam waktu dekat.

“Kemungkinan belum akan turun untuk harga cabe, sebab masih banyak kebutuhan yang belum terpenuhi,” jelas pria berkacamata ini.

Saat ini, Kabupaten Sitaro masih membutuhkan banyak sekali lahan untuk memenuhi kebutuhan tanam cabe rawit.