Kejar Tayang Pemilihan Ketum KONI Banyumas, Dodit: Saya Nggak Hafal Tahapan, Jujur Saja

  • Whatsapp
Salah seorang kandidat, menyerahkan berkas pendaftaran calon ketua KONI Banyumas, di Sekretariat KONI Banyumas, Jumat (26/2/2021) lalu. HESTEK/Istimewa

PURWOKERTO, hestek.id – Karena alasan pandemi Covid-19, pemilihan calon ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyumas terkesan dikebut. Hal itu diakui ketua tim penjaringan dan penyaringan, Bambang Widodo yang mengakui, bahwa proses dan tahapannya kejar tayang.

Ia bahkan mengakui, tidak begitu memperhatikan setiap tahapan dalam pelaksanaan Musayawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Banyumas.

Bacaan Lainnya

“Saya nggak hafal tahapan, jujur saja,” katanya kepada hestek.id, ketika ditanyakan terkait sosialisasi dalam perencanaan kegiatan Musorkab.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Menurut pria yang akrab disapa Dodit ini, satu-satunya sosialisasi yang ada adalah dengan publikasi melalui media massa. Hal itu disadarinya, karena beberapa kali kedatangan wartawan yang melakukan wawancara dan menanyakan agenda Musorkab.

“Sosialisasi saya kira nggak sehari, saya nggak merasa seperti itu. Yang penting disosialisasi lewat media. Itu wartawan yang sosialisasi lewat media online. Saya nggak hafal tanggalnya,” katanya.

Sosialisasi melalui media ini, rupanya juga bukan sebuah rencana yang telah dibahas dan ditetapkan sebagai salah satu tahapan Musorkab. Sehingga kalau tidak ada jurnalis yang menanyakan, maka pemilihan ketum ini pun ,mungkin tidak akan tersiar ke masyarakat luas.

“Ini sudah dibuka, kenapa nggak wawancara, salah sendiri,” katanya.

Terkait dengan waktunya yang mepet, panitia menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 di Banyumas dengan pembatasan untuk menghindari kerumunan dengan mengumpulkan orang banyak.

“Di masa pandemi ini dilarang kumpul-kumpul. Nanti melanggar, ini akan jadi contoh yang tidak baik. kami memberi contoh yang baik. Semua kegiatan di lembaga dalam masa pandemi ini berantakan semua,” katanya.

Begitu Banyumas dinyatakan tidak dalam status merah Covid-19, lanjutnya, panitia segera melakukan rapat pleno. Diputuskan untuk pendaftaran bakal calon Ketum pada, Jumat kemarin atau lima hari setelah Rakerkab.

“Kejar tayang ini karena harus selesai 7 Maret. Jadi tergesa-gesa ini, bukan dalam rangka menghindar,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait