Kejari Kebumen Usut Kasus Korupsi BPR BKK Kebumen hingga Lapas Nusakambangan

  • Whatsapp
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kebumen, Budi Setyawan, sedang memintai keterangan Dian Agus Risqianto, saksi dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit sebesar Rp13 Miliar di BPR BKK Kebumen.HESTEK/Istimewa

KEBUMEN, hestek.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen, terus melakukan pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit sebesar Rp13 Miliar di BPR BKK Kebumen.

Kali ini, tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Dian Agus Risqianto yang kini mendekam di Lapas Kelas IIA Permisan, Nusa Kambangan. Dian Agus Risqianto, merupakan terpidana dalam perkara penipuan dan pencucian uang pada 2015 silam.

Bacaan Lainnya

Tim Penyidik menemukan fakta baru pada perkara dugaan penyimpangan atau penyalahgunaan pencairan kredit BPR BKK Kebumen, pada 2011 yang kini menyeret dua tersangka, yakni Giyatmo dan Kasimin.

Proses penyidikan dipimpin langsung Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kebumen, Budi Setyawan. Sebanyak 60 pertanyaan, dicecarkan terkait kegiatan atau aktivitas Dian Agus bersama Giyatmo.

“Fakta-fakta terkait keterangan terpidana Dian Agus Risqianto, akan diungkapkan ketika masuk dalam proses persidangan nanti,” kata Budi Setyawan, Jumat (26/2/2021).

Keterangan Dian Agus sebagai saksi, sangat mendukung upaya pembuktian yang akan merujuk satu nama tersangka baru dalam perkara tersebut.

Sedikitnya 30 orang saksi juga telah dimintai keterangan, dalam perkara itu. Mereka meliputi pihak internal BPR BKK Kebumen, pemegang saham propinsi dan kabupaten. Selain itu, dari BI, OJK, debitur dan Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) BPR BKK Kebumen.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Kebumen telah mengumpulkan bukti-bukti dengan menggeledah BPR BKK Kebumen di Jalan HM Sarbini No 30, Bumirejo, Kebumen.

Sejumlah ruang meliputi ruang direktur, direktur pemasaran dan bagian Kredit, digeledah guna mencukupi bukti berupa dokumen berkaitan penanganan perkara tersebut. (M Hafied)

Pos terkait