Kejari Sebut Ada Kemungkinan Keberadaan ‘Bunda Melon’, Otak Kasus Penyalahgunaan Dana Bansos

  • Whatsapp
Kepala Kejari Purwokerto, Sunarwan menemui peserta aksi dari Kombatan, Selasa (23/03/2021). HESTEK.ID/anas masruri

PURWOKERTO, hestek.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto mengaku siap memburu aktor intelektual di balik kasus penyalahgunaan dana bantuan Covid-19 dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI yang belakangan disebut-sebut sebagai ‘Bunda Melon’.

Menyoal aktor inteKepala Kejari Purwokerto, Sunarwan sempat bicara soal keberadaan aktor intelektual. Ia mengaku akan terus mengembangkan kasus dan menggali bukti-bukti.

Bacaan Lainnya

“Aktor intelektual akan kita gali sedalam-dalamnya. Yang jelas, kita bekerja berdasar alat bukti. Kalau itu menyentuh pihak-pihak lain pasti kita tindaklanjuti,” katanya usai menemui massa dari Kombatan yang menggelar aksi di pelataran parkir Kejari Purwokerto, Selasa (23/03/2021).

Menurutnya, ada kemungkinan jumlah tersangka dalam kasus yang melibatkan dana bansos senilai Rp 2,1 M ini bertambah.

“Untuk tersangka masih dua, tidak menutup kemungkinan akan bertambah. Tergantung dari alat bukti yang kita temukan dalam penyidikan ini,” katanya.

Saat ini kedua tersangka, AM(26) dan MT (37) masih berstatus tahanan rumah.

“Setiap minggu tersangka aktif melapor dan setiap dimintai keterangan kapan pun juga datang,” katanya.

Narwan  juga mengaku berterimakasih karena banyak elemen masyarakat yang memberikan dukungan. Ia berjanji akan menangani kasus ini dengan professional.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya baru menentukan dua orang tersangka. Keduanya, AM(26) dan MT (37) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Covid-19 senilai Rp 2,1 miliar.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Banyumas Tegakkan Keadilan (KOMBATAN) menggelar aksi dan mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto untuk secepatnya mengungkap aktor intelektual di balik kasus tersebut.

Meski tidak diungkapkan secara lugas, Kombatan secara tersirat memberikan sedikit indikasi terkait siapa yang mereka curigai sebagai aktor intelektual. Misalnya dengan menyebut orang yang mereka curigai dengan sebutan ‘Bunda Melon’.(Anas Masruri)

Pos terkait