Kepengurusan DPC Tak Sesuai Aspirasi, PKB Purbalingga Terancam Pecah

  • Whatsapp
Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar. SUARA.com

PURBALINGGA, hestek.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Purbalingga pada Sabtu (6/3/2021) berakhir deadlock.

Rangkaian Muscab bubar di tengah jalan lantaran 15 Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) menolak isi Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Nomor 5666/DPP/02 III/2021 Perihal Persetujuan Penetapan Pimpinan DPC PKB Kabupaten Purbalingga Periode 2021-2026.

Bacaan Lainnya

Lebih dari dua pertiga DPAC menolak nama yang tercantum dalam SK bertandatangan Muhaimin Iskandar tersebut karena tidak sesuai dengan aspirasi anggota.

Dalam SK tersebut, Mukhlis ditetapkan sebagai Ketua Dewan Tanfidziyah, Miswanto sebagai Sekretaris dan Willy Rose Dani Abdullah sebagai Bendahara DPC PKB Purbalingga.

Sementara Ketua Dewan Syuro diserahkan kepada Imron Rosyidi dengan Sekretaris KH Basyir Fadlulloh.

Padahal dalam dalam pleno yang berlangsung pada 27 Februari 2021 lalu, mayoritas DPAC mengusulkan Puput Adi Purnomo sebagai Ketua Dewan Tanfidziyah, Hanif Wahyudi sebagai Sekretaris dan Bendahara diamanatkan pada Siti Mutmainah.

Untuk jabatan Dewan Syuro, DPAC kompak mengajukan KH Basyir Fadlulloh sebagai Ketua dan Sukhedi sebagai Sekretaris.

PKB Purbalingga terancam pecah

Ketua DPAC Kecamatan Kejobong, Toha Nur Faiz mengatakan, 15 DPAC sudah mengirim surat penolakan ke DPP PKB perihal susunan pengurus DPC PKB yang dibacakan pada saat Muscab.

“Muscab tidak bisa dilanjutkan karena kami dari semua DPAC walkout dari ruangan. Sampai hari ini belum ada kejelasan terkait proses lanjutan,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan teks, Selasa (9/3/2021).

Dia bersikukuh untuk memperjuangkan aspirasi rapat pleno yang sudah disepakati sebelumnya. Menurut Toha, nama-nama yang disepakati dalam Rapat Pleno muncul dari tetesan keringat seluruh DPAC yang melakukan penjaringan secara mandiri jauh-jauh hari.

“Kami 15 PAC tetep solid dan kompak untuk memperjuangkan aspirasi dari berbagai elemen baik simpatisan PKB maupun pengurus dari ranting sampai DPC,” terangnya.

Toha berharap, DPP PKB bersedia untuk mengakomodir formasi kepengurusan yang dihasilkan dari proses konsolidasi panjang DPAC saat rapat pleno sebelum adanya muscab.

“Harapan kami DPP PKB mengakomodir hasil pleno DPAC tentang usulan pengurus DPC periode 2021- 2026,” katanya.

Toha mengungkapkan, pihak DPAC sebenarnya masih terbuka kepada sekretariat baru yang telah ditunjuk DPP untuk membangun komunikasi. Namun demikian, tidak ada itikad baik dari pengurus baru kepada para pimpinan partai di tingkat kecamatan.

Menurut Toha, komunikasi saat ini sangat dibutuhkan guna menghindari konflik internal. Sebab, jika dibiarkan menggantung, maka isu ini akan menjadi bola liar, bahkan dapat menjadi pemicu perpecahan di tubuh partai bergambar bola dunia tersebut.

“Dan kami siap bermusyawarah untuk kemaslahatan bersama dan menghindari perpecahan guna mencari jalan keluar yang bisa di terima semua pihak,” ungkapnya.

Mukhlis: Tunggu Putusan DPP

Dihubungi secara terpisah, Mukhlis, Ketua Tanfidziah DPC PKB Purbalingga hasil penunjukkan DPP tidak berkomentar panjang terkait polemik yang terjadi..

“Kami menunggu saja nanti putusan dari DPP selanjutnya,” jawabnya singkat. (Gilang Grahita)


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Pos terkait