MAKASSAR, HESTEK.id – Presiden Jokowi mengunjungi Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan guna menemui penerima 1.500 orang penerima Program Keluarga Harapan, 1.690 penerima Kartu Indonesia Pintar dan 300 guru yang telah menerima sertifikasi profesi.

Kunjungan tersebut berlangsung di Lapangan Syech Yusuf Sungguminasa Gowa pada Kamis, 15 Februari 2018.

Seperti kebiasaan presiden yang melakukan tanya jawab kepada masyarakat yang hadir, Presiden Jokowi menanya seorang penerima PKH, Ibu Deli, ke panggung.

Presiden meminta kepada Ibu Deli untuk menyebut 7 nama-nama ikan. Dengan lancar, ibu Deli menyebut ikan bandeng, sunu, tenggiri, mujair, kakap, ikan lure dan katombo. Dua nama terakhir cukup asing di telinga presiden karena merupakan nama lokal untuk jenis ikan.

“Ada yang tahu nama “ikan lure” dan “ikan katombo” dalam Bahasa Indonesia?” tanya Presiden melalui akun facebooknya?

Mengenal Ikan Lure dan Ikan Katombo

Dalam masyarakat Sulawesi Selatan, ikan lure adalah nama lain dari ikan teri. Adapun ikan katombo adalah adalah salah satu jenis ikan kembung.

Seperti diketahui, ikan teri atau ikan bilis merupakan ikan laut yang sangat akrab dengan masyarakat Indonesia, juga dengan masyarakat Sulsel yang dekat dengan laut.

Dalam banyak referensi disebutkan jika ikan lure atau ikan teri kaya akan lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan fungsi otak. Teri juga dipercaya mengandung banyak kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang. Sebuah penelitian yang dilakukan Fiastuti Witjaksono, seorang dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyebutkan bahwa ikan teri mengandung sekitar 500 mg hingga 972 mg kalsium.

Seperti halnya ikan lainnya, teri juga kaya protein. Hebatnya, ikan teri rendah kalori sehingga cocok untuk mereka yang sedang diet. Per 100 gram ikan teri mengandung 16 gram protein.

Baca juga : Idrus Marham : Program Keluarga Harapan Bagian Dari Operasi Kemanusiaan

Lalu bagaimana dengan ikan katombo atau ikan kembung?

Ikan kembung termasuk sebagai ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung sebagai komoditas yang cukup penting bagi nelayan lokal.

Ikan kembung termasuk ikan yang akrab dengan masyarakat Indonesia. Hebatnya, ikan ini ternyata memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi daripada salmon yang dikenal sebagai ikan berharga mahal.
Omega 3 yang terdapat pada ikan kembung tiga kali lebih besar daripada ikan salmon.

Disebutkan, 100 gr ikan kembung mengandung energi 162 kkal, protein 19,32gr, lemak tak jenuh 2,343 gr, zat besi 1 mg, dan kalsium 20 mg.