JAKARTA, HESTEK.id – Nama Andro-seekor anjing pelacak milik Kantor Bea Cukai Batam tidak bisa dipisahkan dari kesuksesan TNI AL dan Bea Cukai menggagalkan peredar sabu seberat 1 ton.

Setelah petugas TNI AL menangkap Kapal Sunrise Glory pada Jumat, 9/2/2018  yang diduga mengangkut barang haram. Pencarian secara manual pun dilakukan. Pemeriksaan seluruh lambung kapal MV Sunrise Glory oleh Tim WFQR Lantamal IV/ Lanal Batam, BNN Pusat, Bea Cukai Pusat serta Bea Cukai Batam sempat tidak membuahkan hasil. Padahal pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari.

Tak hilang akal, Andro anggota K-9 yang dikenal lihai dalam mengendus jenis narkoba ini diturunkan membantu petugas. K-9 merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut anjing pelacak terlatih yang bertugas di kepolisian atau bea cukai. K-9 adalah homofon dari canine, yang berarti anjing.

Andro pun melaksanakan tugasnya. Ia berhasil menemukan 1 ton lebih sabu saat mengendus sesuatu di atas tumpukan karung beras yang berada di area ruang makanan dalam kapal.

Andro adalah anjing jantan berwarna kuning kecoklatan. Ia anjing jenis Labrador Retriever berusia 4 tahun dan cukup pengalaman melacak berbagai barang haram termasuk narkoba. Ciri khas Andro saat mengendus target adalah mencakar ke bawah.

Bukan hal mudah bagi Andro untuk melakukan kerjanya. Ia bahkan sempat lemas dan limbung karena mabuk akibat mengendus sabu sebanyak itu. Karenanya, ia akan diistirahatkan sementara. Tugasnya pun digantikan anjing betina juga berjenis sama bernama Dilla.

Dalam dunia kepolisian, anjing jenis Labrador memang sering digunakan untuk mendeteksi bom dan narkoba. Hal ini terutama karena anjing jenis ini memang memiliki kelebihan pada pendengaran dan penciuman.

Kisah bertugasnya Andro di Bea Cukai Batam bermula pada Desember 2015 lalu. Saat itu, ‘satuan’ K-9 Dirjen Bea Cukai itu hanya diperkuat 10 ekor anjing pelacak yang diperoleh dari hasil pengadaan mandiri dan bantuan dari Australian Border Force, garda terdepan dalam membendung masuknya narkoba ke Indonesia.

Mereka dilatih dan didik oleh para ahli yang terdiri dari Tim Pelatih Kopassus TNI Angkatan Darat, Instruktur Unit Anjing Pelacak Bea Cukai, Kesatuan Anjing Polri, bahkan oleh KPK. Kemudian, 10 ‘pasukan’ K-9 generasi pertama itu disebar ke sejumlah Kantor Bea Cukai yang dinilai rawan narkoba. Yaitu, Jakarta, Batam, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Andro merupakan penerus dari generasi pertama K-9 Bea Cukai Batam. Untuk terus mengasah kemampuannya, Andro rutin mendapatkan perawatan dan pelatihan.

“Andro ini ada olah raga setiap hari. Andro harus jogging durasi setengah jam setiap harinya. Lalu ada pemberian vitamin untuk perawatan tulang, kulit dan bulunya. Hingga umur 8 tahun nanti jasa nya masih kita harapkan,” ungkap Pelatih anjing pelacak Bea Cukai Batam, Andrew Parulian Sinaga seperti dikutip Keprionline.

Keberhasilan Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Batam, Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Bea Cukai (BC) Pusat dan BC Batam dalam menggagalkan peredaran narkoba tidak bisa dipisahkan dari jasa Andro sang anjing pelacak.