Kisah Perjuangan Anak Sekolah di Banjarnegara, Jalan Kaki 1 Jam Demi Menuntut Ilmu

  • Whatsapp
Asifa Nur Hasanah saat menerima sepatu sekolah baru dari Gerakan Sedekah Sepatu, Minggu (8/8/2021).(FOTO/HESTEK)

BANJARNEGARA, hestek.id – Adalah Asifa Nur Hasanah, murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Setiap hari dia berjalan selama satu jam menuju sekolah. Asifa tak sendiri, dia yang tinggal di Dusun Kalipucung, Desa Kaliajir ini memiliki dua teman senasib. Yakni Irfan Julianto dan Andini Lestari.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Sudah hampir lima tahun ketiganya melakukan aktivitas ini. Sebelum pandemi Covid-19, Asifa dan temannya berangkat bersama sekira pukul 06.00 WIB dari rumah. Berbekal air minum dan makanan dari rumah, mereka melalui jalan setapak yang cor-corannya sudah mengelupas, mendaki bukit untuk sampai ke sekolah.

Bacaan Lainnya

“Mereka memang nggak ada pilihan lain. Mau nggak mau, demi bisa sekolah. Jalan kaki satu jam adalah salah satu perjuangan mereka untuk bisa mengenyam pendidikan,”kata Kepala MIM Kalitengah Partoyo SPdI MPd, Minggu (8/8/2021).

Di Kalitengah, kata Partoyo, ada tiga sekolahan. Yakni SD 1 Kalitengah, SD 3 Kalitengah, dan MIM Kalitengah. Namun letaknya saling berjauhan. Sementara itu, MIM Kalitengah adalah sekolah dengan jarak terdekat dengan rumah Asifa dan teman-temannya.

“Ini adalah tantangan juga bagi kami sebagai pendidik. Terlebih melihat mereka itu anak-anak yang pandai. Jadi sayang kalau sampai tidak sekolah,”ujar Partoyo.

Perjuangan Asifa dan teman-temannya, membuat Founder Sedekah Sepatu Yuspita Palupi tersentuh. Dia bersama tim Sedekah Sepatu datang ke Kalitengah, sembari membawa sepatu sekolah sebagai bentuk dukungan pada Asifa dan teman-temannya untuk tetap semangat menuntut ilmu.

“Saya berharap Asifa dan teman-temannya terus semangat, melanjutkan sekolah. Jangan menjadikan keterbatasan menjadi penghalang untuk maju,” kata dia.(hestek.id)

Pos terkait