Kisruh PDIP Banyumas, Kader Tolak Beberapa Ketua PAC yang Direkomendasikan DPD Jateng

  • Whatsapp
Sejumlah kader menggeruduk Kantor DPC PDIP Banyumas untuk memberikan pernyataan sikap penolakan hasil musancab, Selasa (5/1/2021) siang. Hestek/Istimewa

BANYUMAS, hestek.id-Terjadi kisruh di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banyumas.

Pelaksanaan musyawarah anak cabang (musancab) atau tingkat kecamatan yang digelar di beberapa kecamatan, menuai protes kader. Sejumlah kader partai, menolak hasil musancab yang dilaksanakan, Senin (4/1/2021) lalu.

Bacaan Lainnya

Buntutnya, sejumlah kader menggeruduk Kantor DPC PDIP Banyumas untuk memberikan pernyataan sikap penolakan hasil musancab, Selasa (5/1/2021) siang.

Saat Musancab Kecamatan Purwojati Banyumas, di Balai Desa Kaliurip misalnya, dari 10 pengurus ranting (tingkat desa) 9 di antaranya tidak setuju dengan hasil rekomendasi kepengurusan Pengurus Anak Cabang (PAC) atau tingkat kecamatan di Purwojati.

“Pada saat dibacakan hasil rekomendasi dari DPD PDIP Jateng, rekomendasi penunjukan posisi untuk ketua, sekretaris, bendahara terpilih itu, ditolak 9 ranting atau pengurus desa karena tidak sesuai harapan dan aspirasi dari masing-masing ranting,” kata koordinator pengurus ranting se-Kecamatan Purwojati, Napan Sanggi, saat dihubungi, Selasa.

Mengetahui hal tersebut, rata-rata peserta musancab naik pitam tidak diterima. Belum selesai pembacaan rekomendasi, mereka meninggalkan lokasi musancab.

“Rata-rata ranting menolak, tidak terima. Kami melakukan permohonan pernyataan sikap, agar ada evaluasi Musancab PDIP Purwojati. Ini keinginan ranting-ranting,” ujarnya.

Pengurus ranting yang menolak antara lain kepengurusan tingkat Desa Karangtalun Kidul, Karangtalun Lor, Gerduren, Purwojati, Kaliputih, dan Karangmangu.

Mereka pun mengirimkan surat pernyataan bersama, menolak hasil musancab PAC Purwojati, serta mengevaluasi hasil rekomendasi. Surat pernyataan, ditandatangani di atas materai dan diserahkan ke DPC PDIP Banyumas.

Surat pernyataan bersama yang berisi penolakan hasil Musancab PAC Purwojati. Hestek/Istimewa

Kekisruhan pemilihan pengurus PAC, juga terjadi di Kecamatan Ajibarang. Sebagian besar ranting, menolak rekomendasi kepengurusan.

“Kami lihat surat rekomendasi, masih disegel. Saat dibacakan, ujug-ujug (tiba-tiba) muncul nama- nama yang tidak pernah kami usulkan sebelumnya,” kata Ketua Ranting PDIP Ajibarang Kulon, Rudiyanto.

Padahal sebelumnya, pengurus ranting mengusulkan nama-nama yang menjadi calon pengurus PAC Ajibarang ke DPD PDIP Jateng. Usai rekomendasi dibuka, tidak ada nama-nama yang diusulkan.

Menurutnya, kebanyakan ranting-ranting mengusulkan nama Jarot Gunadi yang merupakan petahana Ketua PAC Ajibarang. Ia dinilai sudah senior dan matang di partai.

“Dibutuhkan seorang senior di Ajibarang ini. Seharusnya pengurus di atas, bisa melihat perjuangan kader di bawah,” ujarnya.

Ia mengaku, menyayangkan mekanisme yang diberlakukan dalam pemilihan Ketua PAC Ajibarang itu. Seharusnya, pengurus partai di atas bisa turun ke bawah untuk sosialisasi nama-nama kandidat pengurus PAC. Setelah itu baru dipilih, apakah dengan sistem voting atau aklamasi.

“Ya ndeglag kabeh (kaget semua). Seharusnya yang jadi Ketua PAC itu yang dikehendaki ranting. Kalau Jarot tidak di PAC, kader se-Kecamatan Ajibarang bisa menyerahkan SK, saya bubarkan. Jangan harap (pemilu) 2024 bisa menang,” katanya.

Rudyanto mengaku, belum mengetahui langkah selanjutnya. Ia berharap, pengurus di tingkat provinsi dan pusat bisa mendengar suara kader di bawah. (enq)

Pos terkait