JOGJAKARTA, HESTEK.id  – Muktamar XVII Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah telah di buka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Universitas Negeri Jogjakarta, Jogjakarta. Senin (26/11).

Dalam sambutannya, Wapres menekankan agar Muktamar XVII dapat melahirkan sosok pemimpin yang dapat menyatukan pemuda muhammadiyah sekalipun terdapat pilihan – pilihan politik yang berbeda.

“Itu hanya masalah lima sampai 10 menit karena banyak yang dipilih. Jangan masalah yang 10 menit itu menjadikan kita terpecah belah, jangan. Kita tetap bersatu memajukan bangsa ini, kita punya hak untuk itu,” kata Wapres

Diketahui, dari 6 kandidat yang maju, terbentuk Koalisi Ta’awun yang terdiri dari Andi Fajar Asti, Faisal serta Ahmad Labib yang sepakat bersama – sama pada Muktamar XVII ini.

“Kami menyebut kebersamaan kami sebagai Koalisi Ta’awun. Koalisi yang didasari atas prinsip saling menjaga, kerjasama serta kami berkeinginan menciptakan Muktamar yang menggembirakan, menyejukkan, dan tentu saja jauh dari campur tangan pihak – pihak yang berpotensi merusak marwah organisasi.” Ungkap Munawir, Juru bicara Andi Fajar Asti.

Sampai saat ini, lanjut Munawir, terdapat 28 sokongan suara Pimpinan Wilayah yang terdiri dari PWPM se- Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Sumatera serta Nusa Tenggara dan kawasan timur indonesia lainnya.

“Kami mendahulukan suasana Ta’awun pada Muktamar ini, menghindar serta menjauh dari krangkeng pihak luar apalagi sokongan pihak – pihak yang berpotensi merusak keutuhan Pemuda Muhammadiyah, dan itu yang membuat kami di terima oleh PW PM.” Tutup Munawir.

Senada dengan itu, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalbar, Mulyadi menekankan pentingnya kebersamaan pada Muktamar ini.

“Yang terpenting sesungguhnya adalah ikhtiar kita. Koalisi Ta’awun berlandaskan atas itu.” Kuncinya.