Konsep ‘Jateng di Rumah Saja’ ala Bupati Wing Chin: ASN Ada Sanksi, PKL dan Toko Silahkan Tetap Buka

  • Whatsapp
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono. (HESTEK.ID/instagram @budhisarwono )

BANJARNEGARA, hestek.id – Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengambil langkah yang berbeda dalam menyikapi gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’. Pemilik akun instagram @budhisarwono ini tetap memperbolehkan seluruh kegiatan ekonomi masyarakat berjalan selama 6-7 Februari besok.

“Secara pribadi saya setuju dan tetap menghormati kebijakan Pak Gubernur, namun kami mengambil kebijakan dengan menerapkan point C, yaitu melihat kondisi dan kearifan lokal. Jadi bagi PKL, pedagang pasar, kafe, resto dan yang lainnya silahkan kalau mau buka,” katanya kepada wartawan, Kamis (4/2/2021).

Bacaan Lainnya

Bupati yang karib disapa Wing Chin ini menilai, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah cukup berjalan baik. Sehingga tidak semua poin dalam program tambahan dari Gubernur @ganjar_pranowo akan diterapkan di Banjarnegara.

“Sejak PPKM, pasar wajib tutup pukul 16.00 WIB. Khusus tanggal 6 hingga 7 Februari, Pasar di Banjarnegara tutup lebih awal pukul 14.00 WIB. Setelah tutup, kami lakukan penyemprotan,” ujarnya.

Menurut Wing Chin, fokus Pemkab saat ini bukan pada pengurangan kegiatan masyarakat, namun pada pengetatan protokol kesehatan (prokes).

“Masyarakat @kabupatenbanjarnegara banyak yang kerja serabutan. Dapat penghasilan sehari dan hanya cukup dimakan hari itu juga. Pemulung misalnya, dapat 5 sampai 6 kilo plastik harganya cuma Rp 3 ribu, kan untuk makan sehari. Lha kalau suruh tidak keluar rumah, (pemulung, red) mau makan apa?” katanya.

Khusus ASN ada sanksi

Wing Chin mengungkapkan, jika gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ diterapkan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja formal yang telah mapan secara ekonomi.

“Bagi yang tergolong mampu, kami mohon kesadarannya untuk tidak keluar rumah kalau tidak ada keperluan yang penting sekali. Terutama ASN ini wajib, karena gajian sudah ada kan, kalau ada yang melanggar nanti ada aturannya,” katanya.

Menurut Wing Chin, kebijakan yang dia ambil sudah sesuai dengan asas keadilan. Sebab, jika seluruh sektor dipaksa tutup, maka akan berdampak buruk pada sektor ekonomi dan kesehatan.

“Saya dan ASN di Banjarnegara ini, tiga bulan tidak keluar rumah tidak masalah. Ada transferan tiap bulan. Tapi kalau tukang becak, pemulung, pekerja kasar yang butuh tiap hari kerja, butuh tiap hari untuk makan sehari, kalau dilarang yang tanggung jawab siapa? Mestinya disantuni dulu, baru penegakan hukum,” ujarnya.

Meski demikian, Wing Chin mengimbau masyarakat agar semakin disiplin menerapkan prokes 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Sudah satu tahun Covid belum berakhir, masyarakat kecil kasihan karena banyak yang kehilangan pekerjaan. Jadi sebagai pengambil kebijakan, kami lebih bijak dan arif lagi dalam menangani pandemi ini,” pungkasnya. (Inung/Iqbal Fahmi)

Pos terkait