Kumpulkan Alat Bukti, Kejari Purbalingga Periksa Empat Saksi

  • Whatsapp
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purbalingga, Syaifudin saat memberikan keterangan pers terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan APBD di Kantor Kecamatan Purbalingga, Jumat (12/3/2021). HESTEK/istimewa

PURBALINGGA, hestek.id – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga kembali memeriksa empat orang saksi terkait kasus dugaan korupsi dana APBD di Kecamatan Kota Purbalingga, Selasa (23/3/2021) kemarin.

Kepala Seksi Intel Kejari, Indra Gunawan mengatakan, pemeriksaan saksi-saksi dilakukan guna menggali kebenaran terkait kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

Kejari memeriksa K selaku Kepala Seksi Pemerintahan, Ketertiban, dan Ketentraman Umum tahun 2013-2019, R selaku Kepala Seksi Kesra Agustus-Desember 2019, YS selaku Staff Kecamatan Purbalingga, dan BNA selaku THL.

“Kami belum memutuskan tersangka terkait kasus ini, beberapa yang dipanggil masih sebatas saksi. Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang mungkin terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejari Purbalingga berencana memeriksa 40 saksi terkait dugaan kasus penyalahgunaan APBD tersebut. Dari hasil penyelidikan awal, Kejari menemukan adanya anggaran yang tidak dapat dipertanggung jawabkan senilai Rp 334 juta.

“Saksi-saksi yang akan diperiksa dari kecamatan dan kabupaten, kemudian ada juga pihak ketiga yang menjadi mitra kerja kecamatan,” ujarnya.

Pekan lalu, tim penyidik Kejari Purbalingga menggeledah Kantor Kecamatan dan rumah pribadi Camat Purbalingga Kota, RM. Dalam penggeledahan tersebut, tim Kejari menyita sejumlah berkas yang kemudian diangkut ke dalam kendaraan operasional kejaksaan.

“Berkas-berkas tersebut diantaranya terkait penggunaan anggaran dan laporan bendahara. Ini masih kami rinci dan inventarisir,” katanya. (CR2)

Pos terkait