Kuota Tes PCR Terbatas, Sampel Swab Menumpuk di Dinkes dan Puskesmas

  • Whatsapp

PURBALINGGA, hestek.id-Dinas Kesehatan Purbalingga, terpaksa hanya melakukan rapid tes antigen bagi warganya yang diduga terpapar virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, drg Hanung Wikantono mengatakan, swab Polymerase Chain Reaction (PCR) dinilai kurang efektif karena keterbatasan kuota uji laboratoriumnya.

Bacaan Lainnya

Saat ini Purbalingga hanya dapat jatah 100 sampel dari laboratorium Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Begitu juga dengan rumah sakit yang ada di Purbalingga, juga mendapat jatah 100 sampel.

“Sehari Purbalingga hanya bisa mengirim 200 sampel ke laboratorium RSMS Purwokerto, lama-lama sampelnya menumpuk. Sehingga untuk dapat mengetahui hasilnya butuh waktu setidaknya 5-7 hari,” ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, rapid test antigen terhadap pasien jadi solusi sementara supaya hasilnya bisa segera diketahui.

“Kalau hasil uji sampelnya bisa langsung diketahui, masyarakat bisa mengambil langkah isolasi jika hasilnya reaktif,” katanya.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, lamanya waktu untuk mengetahui hasil tes swab PCR menjadi permasalahan serius yang perlu diatasi.

“Bisa saja yang sudah diambil sampel swab-nya jalan-jalan dan melakukan kontak dengan orang lain. Jika nantinya dia hasilnya negatif, tidak masalah. Tetapi kalau hasilnya positif, kasus Covid di Purbalingga bakal nambah terus,” kata Bupati Tiwi.

Bupati Tiwi menyetujui rencana tersebut, supaya hasilnya bisa segera diketahui. Terlebih menjelang libur Natal dan Tahun Baru, diperkirakan akan banyak pendatang.

“Kami meminta pendatang yang masuk ke Purbalingga, menjalani rapid test antigen. Ini semata-mata untuk mencegah penyebaran covid,” katanya.

Sebagaimana data yang dirangkum Dinas Kesehatan Purbalingga, saat ini terdata total ada 2.542 pasien positif dan 92 orang di antaranya meninggal dunia. (bal)

Pos terkait