La Nina Belum Berlalu, Banjir dan Longsor Hantui Banyumas

  • Whatsapp
Tangkapan layar video banjir bandang di Desa Pandansari Ajibarang, Rabu (27/1/2021). HESTEK/Istimewa

BANYUMAS, hestek.id – La Nina belum berlalu, warga diimbau tetap waspada pada potensi bencana alam karena cuaca ekstrim di Banyumas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Banyumas, Titik Pujiastuti memerkirakan, intensitas hujan baru menurun setelah bulan Maret 2021.

Bacaan Lainnya

“Untuk bulan Februari kita masih siaga karena potensi bencana di beberapa titik masih tinggi, semoga saja Maret nanti mulai menurun,” kata pemilik akun instagram @titikpujiastuti57 kepada hestek.id, Selasa (2/2/2021).

Tahun 2020 kemarin, kata Titik, total bencana di Banyumas mencapai angka 656 kejadian. Sedangkan tahun 2019 hanya berkisar 243 kejadian.

“Itu hampir tiga kali lipat penambahanya pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019,” ujarnya.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Banyumas, Titik Pujiastuti. (HESTEK.ID/Instagram @titikpujiastuti57)

Untuk mengantisipasi bencana alam di Banyumas, @bpbd_banyumas selalu berkoordinasi dengan instansi vertikal seperti TNI, Polri, Basarnas, PMI dan relawan tanggap bencana.

“Kami selalu koordinasi dengan instansi maupun relawan, dan juga sudah menyiapkan posko-posko di setiap titik rawan bencana di Banyumas,” kata Titik.

Beberapa posko terletak di lima kecamatan dengan intensitas bencana banjir dan longsor cukup tinggi. Posko tersebut berada di Lumbir dengan 42 kejadian, Gumelar 41 kejadian, Wangon 16 kejadian, Kemranjen  21 kejadian dan Kalibagor 6 kejadian.

“Kecamatan tersebut merupakan titik rawan bencana dengan skala dan intensitas yang relatif besar dalam satu tahun terakhir,” pungkasnya. (CR2)

Pos terkait