JAKARTA, HESTEK.id – Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla perihal mahalnya pembangunan Light Rail Transit (LRT) sebesar 500 Miliar rupiah per kilometer yang dianggap memboroskan anggaran mendapatkan respon dari berbagai pihak.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LEMI PB HMI), Arven Marta, menilai bahwa ditengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami stagnasi, seharusnya pemerintah harus bijak menggunakan anggaran, apalagi dalam pembangunan infrsatruktur, yang sebagian biayanya kita ketahui menggunakan utang luar negeri.

Arven mengatakan pembangunan LRT dengan biaya yang mencapai 500 Miliar rupiah per satu kilometer sungguh sangat mahal. Kita bisa bandingkan dengan negara lain yang hanya menghabiskan biaya sebesar 128 Miliar rupiah per satu kilometer. “Berarti dapat kita simpulkan ada mafia infrastruktur yang bermain disini,” tegasnya, Minggu (12/1).

Ia menambahkan seharusnya dengan biaya yang mahal tersebut kualitas infrastruktur yang dihasilkan berkualiatas baik.

“Namun, berbanding terbalik dengan penilaian Word Bank, yang mengatakan infrastruktur Indonesia berkualitas buruk.” kata Arven.

Terakhir, Arven meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit proyek infrastruktur tersebut.