Lubang Jalan di Purbalingga ‘Teyeng Nggo Ngingu Lele’

  • Whatsapp
Pengendara menghindari lubang yang bertebaran di Jalan Alternatif Purbalingga Banyumas via Padamara, Rabu (6/1/2021).

PURBALINGGA, hestek.id- Menginjak tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Purbalingga dihadapkan dengan pekerjaan rumah terkait infrastruktur jalan.

Dari penelusuran Hestek.id, lubang-lubang menghiasi sejumlah ruas jalan di Purbalingga. Mulai dari Jalan Raya Bobotsari-Karangmoncol, jalan alternatif via Linggamas hingga jalan alternatif via Padamara.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga Desa Padamara, Gio mengeluh akibat rusaknya jalan di depan rumahnya. Menurut Gio, jalanan di Padamara sudah berlubang sejak Oktober, namun hingga saat ini sama sekali belum ada penanganan dari pemerintah.

Bola-bali gawe wong gigal, esuk-esuk anding wingi jam papat wong Pemalang arep maring Pasar Larangan gigal (menabrak lubang), melasi mbok nggawa motor,” kata Gio, saat ditemui Hestek.id, Minggu (3/1/2021).

Karena jengah terus-menerus memakan korban, akhirnya warga Desa Padamara berinisiatif untuk menambal lubang jalan menggunakan adonan semen. Separuh ruas jalan terpaksa ditutup hingga menimbulkan kemacetan kendaraan.

Bolonge jero, maune wis ditambal warga ngene, tapi ya nglothok maning,” ujar Gio yang memiliki toko kelontong di Pasar Larangan.

Pengendara menghindari lubang yang bertebaran di Jalan MT Haryono, Kecamatan Padamara, Purbalingga, Sabtu (19/12/2020).

Salah satu pengguna jalan, Faizal yang sempat singgah di Pasar Larangan turut berkomentar. Dia selalu melintasi jalan alternatif via Padamara ketika berangkat ke Purwokerto.

Lubang-lubang di sana, kata Faizal, sangat besar dan dalam. Para pengandara yang melintas harus meliuk-liuk hingga mengerem mendadak untuk menghindari lubang.

“Parah banget, bolongane amba, bisa nggo ngingu lele kue,” ujarnya.

Lubang-lubang besar dengan kedalaman sampai  10 sentimeter tersebar dari Perempatan Karang Sentul hingga ke perbatasan Banyumas. Tingginya curah hujan dan banyaknya kendaraan berat  yang melintas menjadi faktor utama aspal jalan cepat terkelupas.

Pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintasi jalan ini. Ketika hujan mengguyur banyak pengendara yang terkecoh genangan air yang menutupi lubang.

Beberapa warga yang peduli berinisiatif untuk menambal lubang, namun ada pula warga yang hanya menandai lubang dengan benda-benda besar seperti batang kayu, pot bunga hingga kursi.

Santo, Warga Desa Padamara berharap, pemerintah segera mengatasi lubang-lubang pada Jalan Padamara untuk memberikan kenyamanan pada pengendara sepeda motor.

“Truk, bus kan gunane liwat ngene. Wingi nang ngarep pasar ana mbah-mbah tiba ngasi semaput, motore rusak, ya gara-gara ngancab jluwagan,” ujarnya

Pemerintah: fokus kota dulu

Pengendara melintas di jalan alternatif Purbalingga Banyumas, Sabtu (12/12/2020).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purbalingga (DPU-PR) Kabupaten Purbalingga, Agus Winarno, berjanji akan mulai membenahi infrastruktur jalan pada minggu ketiga bulan Januari 2021.

Meski demikian, Agus menegaskan jika infrastruktur jalan di perkotaan lebih diprioritaskan.

“Fokus kota dulu. Yang kota saja kan belum bisa tertangani semua,” ujarnya.

Menurut Agus, kerusakan pada di Padamara hanya akan dilakukan pemeliharaan berupa penambalan lubang-lubang pada badan jalan.

“Yang lobang-lobang ditambal dulu. Kalo untuk peningkatan saya belum cek ini. Seingat saya belum ada kegiatan untuk peningkatan jalan,” ujarnya.

Agus sendiri akan berusaha bergerak secepat mungkin. Pasalnya, sudah banyak sekali aduan masyarakat terkait jalan berlubang.

“Sudah masuk media sosial yang harus kita respon,” pungkasnya. (CR-1)

Pos terkait