WASHINTON, Hestek.id – Jerry Chun Shing Lee adalah mantan perwira CIA, mengaku bersalah telah berkonspirasi dalam membocorkan rahasia intelejen dan pertahanan Amerika Serikat kepada China. 

Tahun 2010 ia dihubungi oleh dua agen intelijen China dan menawarkan pembayaran sebesar 100 ribu dolar AS berikut perlindungan seumur hidup sebagai imbalan atas informasi yang ia berikan sebagai agen CIA, demikian pernyataan Departemen Kehakiman. Rabu (1/5).

Lee meninggalkan CIA pada 2007 dan pindah ke Hong Kong.

Ratusan ribu dolar kemudian dibayarkan ke rekening bank pribadi Lee antara 2010 dan 2013.

Lee juga bersalah telah menyimpan data berisikan informasi rahasia tentang aktivitas, lokasi serta jadwal operasi rahasia CIA di komputer miliknya. 

Penggeledahan FBI pada 2012 di kamar hotel Honolulu, yang dipesan atas nama Lee, juga menemukan catatan tangan milik Lee. Catatan tersebut menjelaskan pekerjaannya sebagai agen CIA sebelum 2004.

“Catatan ini mencakup intelijen dari aset CIA, nama asli aset, lokasi rapat operasional, nomor telepon serta informasi tentang fasilitas rahasia,” kata pernyataan itu seperti dikutip dari¬†CNBC News, Kamis (2/5/2019).

Asisten Jaksa Agung AS untuk Keamanan Nasional John Demers mengatakan itu adalah kasus ketiga dalam waktu kurang dari satu tahun di mana seorang mantan perwira intelijen AS mengaku bersalah atau dinyatakan bersalah berkonspirasi untuk menyerahkan rahasia pertahanan ke China.

“Setiap kasus ini merupakan pengkhianatan negara dan kolega yang tragis,” katanya dalam pernyataan itu.

Hukuman Lee akan dijatuhkan pada 23 Agustus dan ia menghadapi hukuman maksimum seumur hidup di penjara.