MAKASSAR, HESTEK.id – Dalam bahasa Makassar kita menerjemahkan kata “agang” selain sebagai ‘teman’ juga bermakna ‘jalan’. Penggunaan filosofi sebagai “agang baji’ ka” adalah sebuah pernyataan untuk mendeklarasikan diri tidak hanya sebagai “teman” tetapi juga sebagai “jalan” untuk membawa perubahan yang baik bagi Kota Makassar.

Tagline tersebut digunakan Mawardi, S.Ip sebagai bentuk pernyataan diri maju sebagai Calon Anggota Legislatif Kota Makassar dari Partai Amanat Nasional (PAN). Mawardi mewakili figur anak muda yang terjun ke politik. Dalam sejarah politik Indonesia, kaum muda memang sempat mendominasi. Soekarno menjadi presiden di usia 44 tahun, demikian halnya Sutan Syahrir menjadi Perdana Menteri diusia 36 tahun dan Muhahmmad Hatta menjadi wakil presiden di usia 42 tahun.

Sayangnya, tak sedikit kaum muda yang asal terjun ke politik berbekal warisan orang tua. Alhasil, karena produk warisan, alih alih semangat kaum muda yang diharapkan, justru malah melahirkan politisi orang muda yang tidak mencerminkan kekuatan kaum muda.

Mawardi terjun ke politik karena tekadnya sendiri. “Jika telah berdaulat pada diri sendiri, mari kita bermaslahat.” Mawardi telah berdaulat atas dirinya dalam arti telah bebas dari ketergantungan ekonomi dan yang paling penting tidak lagi tergantung pada kepentingan pribadi. Karena itu, saat ini iya memilih jalan bermaslahat untuk masyarakat.

Di usianya yang masih muda, Mawardi telah menjadi pemimpin perusahaan. Ia menjadi direktur pada CV. Tri Cipta Sarana. Menjadi pemimpin perusahaan bukan hanya mengajarkan tentang arti kepemimpinan, tetapi juga menjadi semangat kemandirian dan membuka pintu rezeki bagi orang lain.

Bekal pendidikannya juga sejalan dengan politik. Mawardi, adalah lulusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Bekal pendidikan agamanya pun kuat dengan bekal Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Sebenarnya, jalan pengabdian telah ditempuh di organisasi yang digelutinya. Ia menjadi Bendahara Majelis Pemberdayaan Muhammdiyah DPW Muhammidyah Sulsel. Mawardi juga menjadi Ketua Departemen Jaringan & Informasi Usaha Keluarga Alumni Muhammdiyah Yogyakarta (Kaumy) Sulsel setelah sebelumnya menjadi Ketua Pengurus Daerah.

Kaum muda yang terjun politik dengan semangat idealisme yang diusungnya untuk melakukan kerja untuk kemasalahatan adalah bekal yang baik untuk masa depan Indonesia. Mawardi telah mencoba memulainya di Kota Makassar.

“Tujuan Politik harus kita maknai sebagai tujuan yang mulia, Politik tidak lagi mementingkan urusan pribadi, golongan kelompok. Tidak lagi mencari keuntungan materi, tetapi memikirkan kepentingan Rakyat, Adil terhadap kebijakan yang dibuat, Adil secara Sosial, Politik, Hukum, Ekonomi,” jelas Mawardi mengenai jalan politik yang ditempuhnya.

Mawardi di mata orang lain adalah teman (agang) yang baik. Kini satu hal lagi yang harus ditempuhnya. Ia harus membuktikan diri sebagai jalan (agang) yang baik jika kelak terpilih menjadi anggota legislatif DPDR Kota Makassar. Menjadi jalan yang penuh maslahat untuk masyarakat Kota Makassar.