TIANJIN, HESTEK.id – Perpustakaan Tianjin Binhai menjadi salah satu surga bagi pencinta buku. Ukurannya yang sangat besar dan mewah menjadikan perpustakaan ini menjadi salah satu perpustakaan terbesar di dunia. Dengan luas mencapai 33.700 meter persegi dan terdiri dari lima lantai, perpustakaan ini menampung koleksi 1,2 juta buku.

Perpustakaan ini berada di kota Tianjin yang berbatasan langsung dengan Beijing. Kota ini merupakan daerah pesisir.

Secara umum, sebenarnya perpustakaan ini masih kalah dengan perpustakaan di Beijing yaitu National Library of China yang memiliki koleksi pustaka hingga 32 juta buku. Walau demikian, secara desain arsitektur, Perpustakaan Tianjin Binhai jauh lebih modern dibandingkan perpustakaan National Library of China yang telah dibangun sejak 1909.

Perpustakaan Tianjin Binhai baru dibuka pada Agustus 2017 lalu. royek pembangunan Perpustakaan Tianjin Binhai dipimpin perusahaan konstruksi asal Belanda MVRDV yang berkolaborasi dengan arsitek lokal dari Institut Rancangan dan Perencanaan Perkotaan Tianjin.

Salah satu ikon di perpustakaan Tianjin Binhai adalah bola raksasa yang ada di tengah ruangan. Simbol bola ini seakan menjadi mata yang mengawasi setiap pengunjung. Karena ini pula perpustakaan ini disebut Mata Binhai.

Perpustakaan Tianjin Binhai ini mendapat banyak apresiasi positif. Sejumlah julukan disematkan kepadanya diantaranya, Perpustakaan Paling Indah China, Lautan Ilmu Pengetahuan, hingga Super Fiksi Ilmiah.

Menariknya, susunan buku yang ada di perpustakaan ini dibuat menyatu dengan bangunan yaitu rak yang meliuk liuk ke seisi bangunan.

Berbeda dengan perpustakaan lainnya yang menyediakan bangku untuk membaca, perpustakaan ini membuat desain arsitektur berbentuk kurva yang bisa dgunakan untuk membawa, berjalan atau berdiskusi. Sehingga seakan-akan pengunjung akan membaca di atas rak rak buku.

Dari desain dan aristekturnya, bisa dibilang perpustakaan ini menjadi jembatan antara gaya hidup milenial dan konvesional. Disebut demikian karena, perpustakaan yang menyediakan buku fisik memang mulai ditinggalkan berganti dengan ebook, tetapi dengan desainnya yang futuristik dan modern, perpustakaan ini menjadi surga bagi generasi millennial yang menyenangi tempat-tempat yang instagramable.