Ketahanan pangan tiap tahun terus menjadi isu global, Ketahanan pangan tercermin dari terpenuhinya kebutuhan pangan setiap individu di suatu wilayah. Ketahanan pangan dapat dilihat dari tiga pilar yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan.

Ketahanan pangan menekankan pada kecukupan pangan suatu daerah. Salah satu penyebab produk pangan impor memenuhi pasar Indonesia adalah tingkat produktivitas lahan, adanya alih fungsi lahan dari lahan pertanian produktif menjadi lahan terbangun menyebabkan berkurangnya lahan pertanian produktif.

Salah satu penyebab dari alih fungsi lahan disebabkan oleh pembangunan perkotaan yang terus meningkat yang kemudian bermuara pada pembangunan perumahan yang berkembang pesat didaerah pinggiran kota.

Perubahan penggunaan lahan tidak hanya mengubah suatu daerah secara fisik tapi juga mengubah kehidupan sosial masyarakatnya. Perubahan guna lahan menyebabkan berkurangnya lahan pertanian produktif yang lambat laun membuat penduduk pedesaan (pinggiran kota) meninggalkan kegiatan pertanian mereka dan diperparah lagi tiap tahunnya.

Jumlah petani usia tua yang dominan dan minat generasi muda bekerja di sektor pertanian terus merosot yang berakibat semakin menurunkan produksi pangan dan membuat daerah semakin jauh dari kemandirian pangan.

Melihat fenomena tersebut di atas pertanian perkotaan menjadi salah satu alternatif mengatasi permasalahan produktifitas kemandirian pangan.

Pertanian perkotaan didasari akan perspektif nilai ekonomis dan lingkungan. keterbatasan lahan yang ada bukanlah hal yang menjadi hambatan untuk mengaktualkan potensi nilai ekonomi yang dimilikinya. Lahan tersebut dioptimalkan untuk ditanami tanaman-tanaman dengan nilai ekonomi tinggi.

Pelibatan Generasi Muda

Pertanian perkotaan sebagai bahagian metode pertanian modern dapat mengubah cara pandang tenaga kerja muda yang menganggap sektor pertanian makin tidak menjanjikan, faktor utama untuk menarik generasi muda ke pertanian, yaitu produktivitas dan profitabilitas usaha pertanian selain itu pertanian perkotaan juga dibarengi dengan inovasi teknologi.

Karakteristik kaum muda adalah pada kekuatannya, rasa ingin tahunya, kesediaan untuk mengambil risiko dan mencoba peluang baru.

Pertanian perkotaan harus memadukan antara keterampilan dan seni yang umumnya digemari oleh anak muda sehingga perpaduan itu mampu menarik minat untuk bertani/berkebun di lahan-lahan perkotaan.

Penerapan pertanian perkotaan dapat meningkatkan produktifitas ketahanan pangan lokal serta revitalisasi lingkungan, implementasi pertanian perkotaan dapat menjadi salah satu solusi ketahanan pangan di Indonesia, Pertanian perkotaan jika diterapkan di Indonesia akan membawa banyak sisi positif bagi perkembangan bangsa dan pemuda,

Hal yang perlu diperhatikan dalam implementasinya yaitu kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutannya.

Trend kekinian mengisyaratkan bahwa pemuda harus menjadi pelopor segala sektor termaksud pada persoalan pangan, pemuda yang identik dengan inovasi dan kreativitasnya tentunya perlu melibatkan diri dalam hal ini.

Tinggal bagaimana sinergitas antara pemuda pemerintah dan akademisi melakukan kolaborasi , membuat jembatan penghubung antara pemuda dan pertanian yang sekarang telah bergerak maju menjadi sebuah industri.