Mencuat, Indikasi Bagi-Bagi Kue Proyek di Banyumas

  • Whatsapp
Perwakilan Aspekindo Banyumas, David Okta memberikan pertanyaan kepada panelis saat diskusi Mencari Vaksin Pandemi Korupsi. HESTEK.ID/topan pramukti

PURWOKERTO, hestek.id – Kecurigaan terkait adanya aksi bagi-bagi kue dalam proyek-proyek pembangunan di Banyumas mencuat dalam diskusi panel Mencari Vaksin Pandemi Korupsi di Aston Hotel, Purwokerto, kemarin.

Kecurigaan terkait hal ini diungkapkan David Okta yang mewakili Aspekindo Banyumas kepada para panelis. Menurutnya, kontraktor-kontraktor di Banyumas boleh dianggap seperti petarung saat berjuang untuk mendapatkan proyek dalam proses lelang.

Bacaan Lainnya

Namun, setelah lelang rampung, biasanya ada saja oknum yang menghubunginya dan menyebut proyek yang didapatnya merupakan ‘bagian’ orang lain.

“Kadang lelangnya rampung, ada yang nelpon cuma ngomong ‘bro kue gaweanku’,” kata David.

Ia pun meminta Kejari Purwokerto dan Polresta Purwokerto untuk mencari formula dalam menangani aksi-aksi seperti yang disebutkannya.

“Biar kontraktor bisa cari makan dengan tenang,” ujar dia.

Menanggapi hal ini, Kepala Kejari Purwokerto, Sunarwan sedikit mengamini. Ia mengaku kerap mendengar kejadian seperti yang diungkapkan David. Namun, Kejari kerap kesulitan membuktikan.

“Yang sedikit saya sesalkan, kadang ada laporan masuk. Tapi, saat saya mintai keterangan atau di-BAP banyak yang bilang nggak ada,” ujar dia.

Menghadapi persoalan semacam ini, Narwan pun mengaku kerap menggunakan konsep penanganan khusus. Yakni, mengecek hasil pekerjaan.

“Sekarang ada yang sedang kami tangani, ada 26, tapi masih dalam penanganan jadi nggak bisa diekspose,” ujar dia.

Narwan juga meminta kontraktor untuk berjalan lurus.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Kalau ada yang mengklaim itu kerjaan siapa terus diminta, nggak usah dikasih. Kalau memaksa atau memeras lapor saja ke Kepolisian,” ujar dia.(topan pramukti)

Pos terkait