PINRANG, HESTEK.id – Menteri Sosial Idrus Marham menyalurkan bantuan sosial non tunai, program keluarga harapan serta bantuan sosial pangan Rastra di Kabupaten Pinrang pada Sabtu, 7 April 2018.

“Bantuan sosial ini merupakan komitmen dan janji Presiden terhadap rakyat khususnya ibu-ibu agar dapat memberikan gizi yang baik untuk anak-anak dan bisa menyekolahkan anak-anak,” ungkap Idrus Marham dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini, Menteri Sosial menyerahkan bantuan bagi warga Duampanua, Patampanua dan Kecamatan Mattirosompe Pirang.

Lebih lanjut Menteri Sosial mengemukakan bahwa lima tugas Kementerian Sosial yang diamanahkan Presiden Jokowi terkait bantuan sosial Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan juga Beras Sejahtera (Rastra).

Tugas tersebut yang pertama adalah Kementerian Sosial akan memastikan semua bantuan sosial harus sampai ke tangan penerima. Kedua, Kementerian Sosial juga harus memastikan bantuan sosial tersebut diterima sesuai dengan ketentuan program.

Ketiga, Kementerian Sosial juga akan mengawal dan memastikan bahwa dana tersebut dibelanjakan oleh penerima untuk kebutuhan pendidikan dan perbaikan gizi anak-anak. Terkait hal ini, Kementerian Sosial akan menghentikan bantuan kepada penerima yang membelanjakan uang bansos tidak sesuai peruntukan yaitu untuk keperluan pendidikan dan juga perbaikan gizi anak-anak.

Tak hanya itu, Kementerian Sosial yang dipimpin Idrus Marham memastikan seluruh anak bangsa yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan.

Idrus Marham menyadari pentingnya tugas Kementerian Sosial yang dipimpinnya. Karena itu walau baru dilantik pada Januari 2018 lalu, tetapi ia telah bergerak cepat berkeliling Indonesia guna memastikan bantuan sosial ini.

“Sejak dilantik menjadi Menteri, saya telah berkeliling Indonesia untuk memantau penyaluran bansos, serta memastikan rakyat yang belum tersentuh bantuan namun telah memenuhi syarat agar segera mendapat bantuan,” ungkapnya bersemangat.

Di akhir sambutannya, Idrus Marham menyampaikan bahwa bantuan ini sifatnya sementara. Dirinya berharap, dalam 6 tahun dalam pendampingan PKH serta didukung intervensi bantuan pemerintah lainnya diharapkan keadaaan ekonomi keluarga Indonesia akan semakin baik, dan ibu-ibu akan tergraduasi atau lulus dari program PKH atau bantuan sosial lainnya. (HS)