Menteri Agama: Kluster Tarawih di Banyumas Harus Jadi Pelajaran

  • Whatsapp
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. foto: suara.com

JAKARTA, hestek.id – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas meminta Indonesia belajar dari kasus kluster tarawih di Banyumas. Ia juga meminta Kemenag di daerah untuk mengintensifkan sosialisasi panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri.

Yaqut menyebut dua klaster tersebut muncul karena ketidaktaatan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). Dua  klaster tersebut menjadi pelajaran berharga agar tidak lengah untuk menjalankan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Kasus di Banyumas ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk jangan pernah lengah dalam menjalankan prokes,” kata dia seperti dikutip jaringan hestek.id, suara.com.

Yaqut menjelaskan, Kementerian Agama sejak awal telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No 04 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Edaran tersebut antara lain mengatur pengurus masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan salat fardu lima waktu, Salat Tarawih dan Witir, tadarus Alquran, serta iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau musala.

“Itu pun harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing,” ucap Yaqut.

Untuk kegiatan Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 (lima belas) menit.

Kemudian peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala juga harus dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Yaqut meminta pengurus atau pengelola masjid/musala wajib menunjuk petugas khusus untuk mengawal penerapan protokol kesehatan.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Sehingga, jika ada petugas maka ketika diketahui ada jamaah yang sedang tidak sehat seperti halnya di Banyumas, jamaah tersebut tidak diizinkan masuk untuk menjaga jamaah lain.(hestek.id)

Pos terkait