Nekat Mudik ke Banyumas, Siap Berlebaran di Tempat Karantina?

  • Whatsapp
Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein. HESTEK/istimewa

PURWOKERTO, hestek.id – Pemerintah melarang warga untuk mudik pada libur Idul Fitri tahun ini. Namun, diperkirakan pemudik akan tetap nekat pulang ke kampung halaman.

Mengantisipasi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyiapkan sejumlah aturan untuk mencegah kenaikan jumoah kasus Covid-19 akibat mobilitas pemudik dari kota besar.

Bacaan Lainnya

“Tadi sudah kami sampaikan (saat rapat Forkompimda), nanti akan dibikin aturannya,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Rabu (7/4/2021).

Sama seperti tahun sebelumnya, tim satgas gabungan akan melakukan penjagaan dan penyekatan di wilayah perbatasan Banyumas. Warga yang nekat mudik, nanti akan diarahkan untuk dikarantina terlebih dahulu di desa masing-masing atau di GOR Satria.

“Larangan sudah jelas, tapi pasti tetap ada yang menerobos. Nanti secara persuasif, mereka bakal diminta karantina,” katanya.

Pemkab Banyumas juga akan melakukan tes rapid antigen kepada pemudik. Tes ini sebagai alternatif, apabila warga yang nekat mudik tidak mau menjalani karantina.

“Saya minta kepada gugus tugas desa, RT, RW, sebagai pintu gerbang terakhir,” ujar Husein.

Terkait biaya, pemkab belum menentukan besarannya. Direncanakan akan ada keringanan biaya, namun diperuntukkan khusus bagi warga yang merasa tidak mampu.

“Bisa saja gratis kalau ada surat keterangan dari desa. Nanti akan dibahas lebih lanjut,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait