Nenek Sebatang Kara yang Mencopet di Pasar Mandiraja Dapat Bantuan dari Kapolres Banjarnegara

  • Whatsapp
Kapolres Banjarnegera, Ajun Komisaris Besar Fahmi Arifrianto memberikan bantuan kepada RN (50), nenek yang diarak warga karena tertangkap mencopet di Pasar Mandiraja, Sabtu (30/1/2021) lalu. (HESTEK.ID/Humas Polres Banjarnegara)

BANJARNEGARA, hestek.id – Kapolres Banjarnegera, Ajun Komisaris Besar Fahmi Arifrianto memberikan bantuan kepada RN (50), nenek yang diarak warga karena tertangkap mencopet di Pasar Mandiraja, Sabtu (30/1/2021) lalu.

Bantuan berupa sembako dan uang tersebut diantarkan langsung ke rumah RN di Dusun Margasari, Desa Warureja, Kecamatan Sidareja, Cilacap,  Selasa (2/1/2021).

Bacaan Lainnya

“Kami datang ke rumah nenek RN untuk melihat kondisinya. Ternyata nenek RN ini ekonominya kurang untuk sekedar cari makan. Kami berikan bantuan sosial dan tali asih,” kata @fahmiwinkha dalam rilis tertulis, Rabu (3/2/2021).

Menurut Fahmi, RN tinggal seorang diri di rumah. Suami dan anaknya telah lama merantau ke Jakarta. Sehari-hari, RN biasa berjualan makanan. Namun karena pandemi yang tak kunjung usai, dagangannya sepi. Bahkan untuk sekedar balik modal saja, kata Fahmi, sulitnya minta ampun.

“Peristiwa ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita, masyarakat harus saling membantu, rasa empati kepada tetangga yang kekurangan dengan memberikan sedekah atau bantuan,” ujarnya.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Seperti diberitakan, seorang wanita lanjut usia diduga melakukan aksi pencopetan di Pasar Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah. Aksi sang nenek berhasil digagalkan oleh sejumlah pedagang dan pengunjung pasar.

Dalam video yang diterima hestek.id, sang nenek tampak pasrah saat seorang pria dewasa mencengkeram tengkuknya.

Pria tersebut menginterogasi nenek dengan kata-kata kasar. Beberapa kali kepala nenek juga tersentak karena kain hijabnya dijambak oleh warga.

Bahkan dari video berdurasi 19 detik tersebut, ada seseorang yang berteriak “Pateni bae (bunuh saja)” kepada sang nenek.

Massa yang semakin gemas lantas mengarak sang nenek menuju polsek setempat.

Malam harinya, pukul 21.00 WIB, polisi akhirnya dapat menghadirkan korban dan para saksi. Saat disidang, RN pun mengaku bahwa dirinya memang berusaha mencopet. Dengan berlinang air mata, nenek ini berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Korban sudah memaafkan dan tidak akan melanjutkan laporannya ke pihak berwajib, diselesaikan secara kekeluargaan, toh cuma hilang Rp 100.000,” kata Kapolsek Mandiraja Ajun Komisaris Polisi Suyit Munandar. (Fitria Budianto)

Pos terkait