Pakai Masker Bisa Bikin Jerawat, Begini Tips Mengatasinya

  • Whatsapp
Photo by Ready Made from Pexels

PENGGUNAAN masker, termasuk kunci penting pencegahan penyebaran virus Covid-19. Namun begitu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan ketika mengenakan masker agar terhindar dari persoalan kulit wajah seperti jerawat.

Founder Reta Beauty Clinic, dr Mareta Silviana menjelaskan, selain efektif mencegah masuknya virus, masker juga bisa berdampak negatif bagi mereka yang berkulit wajah sensitif.

Bacaan Lainnya

“Orang yang cenderung memiliki kulit wajah berminyak, termasuk paling rentan. Sama juga yang punya kulit sensitif,” kata dia, di sela soft launching Reta Beauty Clinic Cabang Kebumen, Kamis (25/2/2021).

Penggunaan masker di terik matahari, jadi pemicu timbulnya masalah kulit di sekitar area wajah.

“Sirkulasi udara berbeda kalau kita tak pakai masker. Jadi posisi kita pakai masker, otomatis akan lembab. Nah, di situlah muncul jerawat atau kulit kemerahan,” katanya.

Tetapi yang harus digaris bawahi kata dr Mareta, penjelasan tersebut bukan berarti mengarahkan masyarakat untuk abai terhadap masker. Melainkan sebagai bahan edukasi, agar kesehatan kulit tetap diperhatikan meski kini masker menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap aktivitas.

“Ini lebih ke arah bagaimana kita mengedukasi, supaya pencegahan Covid-19 tetap jalan, tetapi muka kita tetap terjaga dari permasalahan kulit,” terang dia.

Dokter kecantikan lulusan Universitas Tarumanegara 2007 itu pun memberikan sejumlah tips, agar terhindar dari jerawat saat mengenakan masker.

Mengganti masker secara rutin, rentang waktunya kalau bisa empat jam sekali untuk menghindari penumpukan keringat di masker.

“Masker kalau bisa jangan nunggu kotor baru ganti, biasakan sehari jangan hanya satu masker,” ujarnya.

Selanjutnya, rajin mencuci muka khususnya di malam hari agar terhindar dari kotoran yang menempel. Selain itu, exfoliasi atau mengangkat kulit mati dari permukaan kulit juga dinilai penting.

“Sering bebersih lah pokoknya, ada juga Exfoliasi yang mampu mencegah terjadinya penumpukan minyak atau sumbatan di pori-pori,” kata dia.

Bila merasa perlu, dr Mareta memberi ruang konsultasi gratis bagi masyarakat yang mengalami permasalahan pada kulit.

“Tak ada salahnya melakukan konsultasi kesehatan kulit dengan ahli. Konsultasi di kita, tidak dikenakan biaya alias gratis,” ujarnya.

Meski secara resmi baru dibuka 27 Februari 2021 mendatang, Reta Beauty Clinic Cabang Kebumen setidaknya telah memiliki ratusan member di Kebumen. Tetapi selama ini, mereka datang ke Reta Beauty Clinic di Purwokerto.

dr Mareta menambahkan, klinik kecantikan yang dikelolanya didukung peralatan terbaru. Selain itu, guna memberikan rasa aman ke konsumen disediakan pula prodak berlabel BPOM.

“Alat kita up to date terus. Kita juga tidak sembarangan kasih produk, dilihat dulu kondisinya baru kita kasih formulasinya,” katanya. (M Hafied)

Pos terkait