Pemuda Kebumen Ini Beli Pil Koplo Lewat Jasa Ekspedisi, Begini Modusnya

  • Whatsapp
Polisi menunjukkan barang bukti paketan obat terlarang yang dipesan pelaku. HESTEK/Istimewa

KEBUMEN, hestek.id- Seorang pemuda tukang mabuk asal Desa Semali Sempor, Kebumen berinisial AD (28) ini, diciduk polisi karena kedapatan menyimpan dan mengonsumsi beberapa jenis obat terlarang.

Dia kedapatan memesan obat Riklona dan Alprazolam, jenis penenang tanpa resep dokter melalui jasa ekspedisi.

Bacaan Lainnya

“Saat kami amankan tersangka, kita dapatkan barang bukti ini,” kata Kapolres, Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Resnarkoba AKP Paryudi, Sabtu (13/2/2021) lalu.

Kepada polisi, AD mengaku mendapatkan obat penenang dalam jumlah banyak dari seseorang di Jakarta yang mengirimkannya melalui jasa ekspedisi. Untuk mengecoh pihak ekspedisi saat pengiriman ke Kebumen, kardus kemasan dilabeli ‘Vitamin C’.

“Sepintas kemasannya mengecoh, dari luar bertuliskan Vitamin C. Tapi di dalamnya kita dapatkan obat-obat ini,” kata AKP Paryudi.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti sebanyak dua strip pil Riklona berisi 20 butir dan sebutir Alprazolam. Obat Riklona golongan Benzodiazepine ini didapatkannya dengan harga Rp250 ribu untuk tiap stripnya.

Tersangka mengaku kecanduan mengonsumsi Riklona dan Alprazolam, karena efek memabukan atau halusinasinya. Sekali minum, efeknya bisa sampai dua hari.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Kalau minum ini, buat bekerja enak, buat tidur juga enak,” kata tersangka AD.

Atas perbuatannya, AD dijerat dengan Pasal 62 UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara denda paling banyak Rp100 juta.

Informasi dihimpun hestek.id, jenis obat Riklona merupakan merek dagang untuk obat clonazepam yang termasuk obat penenang golongan benzodiazepine. Penyalahgunaan benzodiazepine, secara umum memicu euforia sekaligus hilangnya perasaan cemas dan gelisah.

Beberapa pemakai benzodiazepine, juga mengalami halusinasi lantaran bekerja menekan sistem saraf pusat. Efek samping pada fungsi jantung dan pernapasan, juga dapat memicu koma bahkan kematian.

Dokter biasanya memberikan obat rikola kepada pasien gangguan psikis. Cara kerja obat ini adalah mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga mampu mengubah mental dan perilaku. Konsumsi riklona juga wajib menggunakan resep dan dalam pengawasan dokter.

Sementara untuk jenis obat Alprazolam, dapat menyebabkan depresi napas yang membahayakan jiwa jika dikonsumsi berlebih ataupun dikombinasikan dengan narkotika lainnya. (M Hafied)

Pos terkait