Penggilingan Beras Modern Pertama di Jawa Tengah Ini, Segera Dioperasikan

  • Whatsapp
Rice Milling Unit atau penggilingan beras modern di Kebumen ini, merupakan yang pertama di Jawa Tengah. Proses pembangunannya sudah mencapai 90 persen dan sekarang sedang tahap uji coba. HESTEK/Istimewa

KEBUMEN, hestek.id – Proses pembangunan Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau Rice Milling Unit (RMU) di Kebumen, sudah mencapai 99 persen.

Rencananya, RMU yang ada di Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun itu, akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Bacaan Lainnya

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto mengatakan, RMU itu sebenarnya sudah beroperasi tetapi masih dalam tahap uji coba.

“Harus dipastikan bisa beroperasi dengan baik, supya hasilnya maksimal,” ujar Arif, di sela peninjauan proyek bagian dari program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Kebumen itu.

Mesin RMU tersebut, diklaim akan menghasilkan beras berkualitas terbaik dengan proses penyaringan dan penggesekan secara berkala.

“Setelah gabah masuk ke sini, beras akan menjadi beras premium dengan cara digesek. Beras itu akan mengkilat tanpa bahan kimia, putihnya juga tidak menggunakan bahan pemutih,” kata Arif.

Arif mengatakan, pembangunan RMU ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kebumen. Mengingat masyarakat Kebumen, mayoritas mengandalkan hidup dari bertani. Keberadaan RMU untuk meningkatkan harga, mutu, dan nilai jual gabah yang dihasilkan petani.

Perlu diketahui, pembangunan sentra pengolahan beras terpadu tersebut merupakan bantuan dari Bank Mandiri dan PT Pertamina. RMU yang mampu memproses 3 ton beras per jam itu, merupakan realisasi usulan Pemkab Kebumen melalui Arif Sugiyanto yang saat itu masih menjabat sebagai wakil bupati Kebumen.

Proses pembuatannya, diperkirakan menelan biaya hingga Rp 12 miliar. RMU Kebumen berdiri di lahan milik desa yang disewa selama 20 tahun, pengelolaannya akan dilakukan bekerja sama dengan BUMDes.

Pembangunan SPBT di Kebumen, merupakan yang pertama di Jawa Tengah. Proyek serupa sebelumnya sudah dibangun di 11 titik di Jawa Barat. Peletakan batu pertama saat itu, dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Oktober 2019 lalu. (M Hafied)

Pos terkait