Peredaran Sabu di Purbalingga Gunakan Transaksi Online dan Offline

  • Whatsapp
Wakapolres PurbaIingga Kompol Sopanah menunjukkan tersangka dan barang bukti sus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dalam pers rilis di Mapolres Purbalingga, Selasa (22/12/2020).

PURBALINGGA, HESTEK.ID – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga berhasil mengungkap dua kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dalam kurun waktu satu pekan.

Wakapolres PurbaIingga Kompol Sopanah dalam pers rilis, Selasa (22/12/2020) mengatakan, tersangka pertama berinisial PBW (21) warga Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara. Tersangka dicokok di depan salah satu mini market di Kecamatan Bukateja, Senin (30/11/2020).

Bacaan Lainnya

“Dari tangan tersangka diamankan narkotika jenis sabu seberat 0,34 gram yang terdiri dari dua paket masing-masing seberat 0,20 gram dan 0,14 gram. Dua paket sabu ditemukan di saku celana yang dipakai tersangka saat penangkapan,” jelasnya.

Sopanah menjelaskan, tersangka mengaku membeli sabu dari seseorang secara online. Setelah barang diterima, kemudian sabu tersebut dipakai bersama dengan teman-temanya.

Kasus kedua, kata Sopanah, diungkap pada Sabtu (5/12/2020) di depan gudang rongsok wilayah Kecamatan Mrebet.

Satu tersangka yang diamankan berinisial RST (25), karyawan swasta, warga Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon.

Tersangka mengaku membeli sabu seberat 2 gram dari seseorang di Yogyakarta. Sabu tersebut kemudian dipakai untuk sendiri dan ada juga yang dijual ke orang lain dalam bentuk paket.

“Dari tersangka RST diamankan dua paket sabu masing-masing seberat 0,82 gram dan 0,30 gram. Selain itu, diamankan pula uang tunai sebesar Rp. 600 ribu hasil penjualan sabu,” kata Sopanah.

Untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman mulai dari empat hingga 20 tahun penjara dan denda paling banyak mencapai Rp. 10 Miliar. (iqbal fahmi)

Pos terkait