Pertama di Indonesia, Cilacap Kembangkan Ekowisata Pengolahan Sampah Terpadu

  • Whatsapp
TPST RDF Jeruklegi akan ditingkatkan kapasitas pengolahannya menjadi 200 ton per hari. Untuk mengisi kekosongan lahan, akan dikembangkan taman edukasi dan ekowisata. HESTEK/Istimewa

CILACAP, hestek.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilacap, berencana mengembangkan kawasan ekowisata dan edukasi pengolahan sampah terpadu Refused Derrived Fuel (RDF) Jeruklegi.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Kepala DLH Kabupaten Cilacap, Awaludin Murri menjelaskan, untuk pengembangan kawasan eco edupark tersebut sedikitnya dibutuhkan dana Rp22 miliar.

Bacaan Lainnya

“DLH Kabupaten Cilacap sudah menyusun detail engeneering design (DED) eko edupark ini,” katanya.

Sejumlah fasilitas akan dibangun di kawasan tersebut, di antaranya taman budaya yang dilengkapi keanekaragaman hayati.

“Eco edupark ini dibangun untuk mengisi kekosongan lahan TPST. Dengan adanya RDF, tidak ada sampah yang tersisa kecuali air lindi. Sehingga TPST yang luasnya mencapai 6,3 hektar akan mati dan ini yang akan dijadikan eco edupark,” kata Awaludin.

Pengembangan kawasan ini, berjalan seiring peningkatan kapasitas produksi RDF. Dari semula 120 ton per hari sejak dibuka pada Agustus 2020 lalu, akan ditingkatkan hingga 200 ton per hari.

Nantinya sampah yang diolah, tidak hanya berasal dari Kota Cilacap tetapi juga sampah dari distrik di sekitarnya meliputi Kroya dan Sidareja. Untuk mendukung peningkatan tersebut, DLH membutuhkan tambahan truk sampah dan amrol masing-masing 10 unit.

“Saat ini kita ada 40 truk, tetapi 15 unit diantaranya sudah tua. Di DAK tahun ini ada bantuan dari pusat 2 unit truk amrol, tapi kabarnya ada refocusing. Harapan kami semoga tidak (direfocusing) syukur-syukur ditambah,” katanya.

Sebelumnya, TPST Jeruklegi juga mendapat bantuan dua unit alat berat dari Kementerian PUPR dan KLHK. Dibutuhkan setidaknya satu unit alat berat lagi, untuk mengantisipasi apabila peralatan yang ada mengalami kendala. Sebab bila tidak, operasional RDF akan terhenti.

Sebagai informasi TPST RDF Jeruklegi merupakan pilot project pertama di Indonesia. Sistem ini, menjadi harapan baru untuk mengatasi persoalan sampah yang menjadi permasalahan di berbagai wilayah. Untuk mencapai kapasitas produksi 200 ton per hari, menurut Awaludin, diperlukan tambahan fasilitas bio drying.

“Untuk bio dryng kita baru ada 9 sekat. Pemkab Cilacap telah menyiapkan lahan seluas 3 hektar untuk bio drying dan baru terpakai 1,5 hektar. Agar mampu memenuhi kapasitas produksi 200 ton, perlu tambahan bio dryng,” ujarnya.

Pos terkait