JAKARTA, HESTEK.id – Sebagai calon penyelenggara negera, calon kepala daerah harus melaporkan harta kekayaan mereka. Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara ( LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cahya Hardianto Harefa mengungkapkan bahwa LHKPN bisa digunakan masyarakat dalam mempertimbangkan pilihannya dalam Pilkada 2018.

Selama ini gegap gempita Pemilihan Kepala Daerah identik dengan biaya tinggi. Data dari Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri, pengeluaran untuk bakal bupati/walikota dalam Pilkada berkisar Rp 20-30 miliar. Sedangkan untuk Pilgub bisa mencapai Rp 100 miliar.

Data pada website LHKPN KPK per 24 Januari 2018, tercatat ada 1.163 bakal calon kepala daerah yang telah melaporkan LHKPN.

Dalam daftar tersebut, rupanya ada pula calon kepala daerah yang memiliki harta minus. Inilah daftar calon kepala daerah yang ikut serta Pilkada 2018 dengan harta terkecil.

1. Syapuani
Syapuani adalah calon Bupati Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah. Dalam laporan harta kekayaannya dinyatakan minus 115.172.000. Syapuani diketahui merupakan pensiunan PNS. Ia maju melalui jalur perseorangan dengan mengusung tagline Menuju Murung Raya Beriman.

2. Sirajudin Paskalis
Sirajudin Paskalis adalah calon wakil bupati Manggarai Timur, NTT. Harta kekayaannya juga dilaporkan minus sejumlah Rp. -94,7 juta. Sirajudin berasal dari latar belakang karir PNS selama 30 tahun. Berpasangan dengan calon bupati Marselis Sarimin Kerrong, mereka menamakan diri sebagai paket MERPATI. Mereka maju dalam Pilkada dengan dukungan partai Nasdem, PDIP dan Demokrat.

3. Nur Salam
Nur Salam adalah calon Walikota Bau Bau Provinsi Sulawesi Tenggara. Nur Salam melaporkan harta kekayaannya sejumlah Rp. 5 juta. Ia berpasangan dengan Nurman Dani SE melalui jalur perseorangan. Nur Salam atau lebih dikenal dengan nama Rogel Samiun merupakan kakak dari mantan Bupati Buton Umar Samiun dan Ketua DPRD Baubau Roslina Rahim.

4. Markus Boma
Markus Boma adalah calon wakil Bupati Paniai Papua. Di pilkada ia berpasangan dengan Yunus Gobai melalui jalur perseorang. Berdasarkan laporan harta kekayaan ia memiliki kekayaan Rp. 10,8 juta.

5. Habib Said Abdul Saleh
Habib Said Abdul Saleh adalah calon wakil bupati Barito Timur dengan kekayaan Rp. 14,1 juta. Ia berpasangan dengan Ampera A.Y. Mebas mengantongi dukungan dari PKPI, Nasdem, Hanura, PPP, dan PKB.

6. Denny Nur Ilham
Denny Nur Langkat adalah calon wakil Bupati Langkat mendampingi H Muhammad Zamrani. Pasangan ini mendaftar ke KPU sebagai calon perseorangan. Denny Nur Ilham berdasarkan catatan LHKPN KPK memiliki kekayaan Rp. 15, 1 juta.

7. Martinus
Martinus merupakan Calon Wakil Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat. Ia mendampingi M. Sholeh melalui jalur independen. Mengusung tagline M2 keduanya menyebut jika mereka berasal dari kalangan masyarakat bawah sehingga bisa merasakan apa yang diinginkan masyarakat bawah. Kekayaan Martinus yang dilaporkannya sebesar Rp. 22 juta.

8. Justinus Wilhelmus
Justinus WIlhelmus adalah Calon Wakil Bupati Numfor Papua. Ia memiliki kekayaan senilai Rp. 23,2 juta

9. Keni Ikomou
Keni Ikomou merupakan calon Bupati Deiya Papua dengan kekayaan Rp. 26,2 juta. Keni Ikomou menggandeng Abraham Tekege dan mendaftar melalui jalur perseorangan.

10. Fadilah Rahawari
Fadilah Rahawari adalah calon wakil Walikota Tual Maluku. Ia mendampingi Basriy Adly Bandjar dan didukung oleh partai PBB (Partai Bulan Bintang), PPP (Partai Persatuan Pembangunan), dan Hanura (Hati Nurani Rakyat). Mengusung tagline ADIL, Fadilah memiliki kekayaan Rp. 29,6 juta. Fadilah merupakan politisi Partai Golkar Kota Tual yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Tual.