Pilkada Purbalingga Ternoda Praktik Politik Uang

  • Whatsapp
Ilustrasi politik uang

PURBALINGGA, HESTEK.ID-Pilkada Purbalingga diwarnai dugaan politik uang. Hal ini menyusul mencuatnya laporan kuasa hukum pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) nomor urut dua, Endang Yulianti ke Bawaslu, Selasa (8/12/2020) malam.

Laporan tersebut didasari informasi pembagian amplop oleh oknum yang membujuk warga agar memilih paslon nomor urut 1. Ia menemukan 13 titik kejadian yang tersebar di 9 kecamatan.  “Amplop yang disebar ada 805 paket, sebagian besar sudah didistribusikan, sisa dua. Isinya tiga puluh ribuan,” ujar dia.

Bacaan Lainnya

Endang melaporkan temuan tersebut kepada Bawaslu berikut barang bukti berupa rekaman suara, video dan amplop berisi uang.

Menanggapi laporan tersebut, cawabup nomor urut satu, Zaini Makarim Supriyanto memastikan, dugaan politik uang tersebut bukan inisiatif tim sukses. “Kami tidak mengetahui sama sekali, tiba-tiba ramai di mendsos,” ujar dia.

Dia masih memiliki keyakinan, bahwa isu tersebut tidak terlalu mempengaruhi masyarakat atas elektabilitas paslon 01. Justru, dia berpikir hal itu akan menjadikan masyarakat semakin jeli dalam menentukan pilihan.

Terpisah, komisioner Bawaslu, Joko Prabowo membenarkan informasi terkait laporan dugaan politik uang sebelum pemungutan suara. Pihaknya akan melakukan pengkajian terlebih dahulu dalam kurun waktu dua hari.

“Kami kaji dahulu, kami punya waktu dua kali dua puluh empat jam,” kata Joko.

Dikabarkan sebelumnya, Pilkada Purbalingga diramaikan oleh dua pasangan calon. Paslon nomor urut satu, Muhammad Zulhan Fauzi didampingi oleh Zaini Makarim Supriyanto. Sementara nomor urut dua, diisi oleh petahana, Dyah Hayuning Pratiwi dan Sudono.(bal)

Pos terkait