PPKM Diperpanjang, Pelaku Usaha Kuliner di Kebumen Tercekik

  • Whatsapp
Radio Kopi di Jalan Yos Sudarso, Gombong, Kebumen tampak lengang, Jumat (22/1/2021).

KEBUMEN, hestek.id – Bupati Kebumen terpilih, Arif Sugiyanto akan mengungkapkan, pemerintah kabupaten akan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Merujuk data perkembangan kasus Covid-19 di Kebumen kian hari tampak menghawatirkan.

Hingga Rabu (20/1/2021) kemarin, tercatat ada 5.232 kasus Covid-19 di Kebumen. Dari jumlah tersebut, 190 orang meninggal dunia. Sementara pasien yang masih dirawat sejumlah 346 orang dan menjalani isolasi mandiri 448 orang.

Bacaan Lainnya

“Ini tentunya untuk keselamatan masyarakat Kebumen. Kita akan mengikuti untuk diperpanjang dua pekan kedepan,” kata Arif, Kamis (21/1/2021) sore.

Menanggapi rencana tersebut, para pelaku usaha kuliner di Kebumen semakin tercekik. Seperti diungkapkan manager Radio Kopi Gombong, Agung Sad Hadi Nugroho. Dia menilai kebijakan itu membawa luka bagi sejumlah pelaku usaha khususnya di sektor kuliner.

“Jelas kami tercekik, dua pekan selama PPKM ini bisa dikatakan kembang kempis. Ini kok mau diperpanjang tanpa ada solusi,” ungkapnya, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, pemilik usaha kafe atau sejenisnya memang hanya mengadalkan pendapatan dari pengunjung yang biasa nongkrong. Sementara jam operasional hanya dibatasi hingga pukul 19.00 WIB.

“Bagi saya ini kebijakan yang dilematis. Pemerintah kepingin Covid-19 segera mereda. Tapi apakah sadar dengan kebijakan itu mematikan penghasilan utama kami,” terangnya.

Ia menganggap, kebijakan perpanjangan PPKM tidak adil jika pemerintah tidak mencarikan jalan keluar. Di satu sisi, usaha yang dijalani masih merangkak bangkit dan belum juga stabil setelah digempur pandemi.

“Seharusnya ada kebijakan sepanjang protokol kesehatan dan ketentuan jumlah pengunjung dipenuhi tentunya operasional diperbolehkan, tidak terus menutup. Solo dan Semarang saja menyesuaikan jam operasional kenapa di Kebumen tidak peduli sama sekali,” ucap dia.

Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Kebumen, Muhajir mengungkapkan, rencana kebijakan itu akan berdampak pada omset pedagang yang menggantungkan nafkah di malam hari.

“Pastinya bisa turun setengah omset para pedagang. Apalagi yang jualan malam hari ini kasihan banget. Jam 5 sore biasanya gelaran (buka, red) kemudian jam 7 malam tutupan,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sebagian Jawa-Bali akan diperpanjang selama dua pekan sesuai kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terbaru.

Termasuk Kabupaten Kebumen yang saat ini juga tengah melaksanakan PPKM hingga 25 Januari 2021 mendatang. (hafied)


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Pos terkait