PPKM Mikro Akan Dimulai, Kawasan Zona Merah Covid-19 di Banyumas Bertambah

  • Whatsapp
Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, saat menghadiri perayaan Hari Pers Nasional di Balai Wartawan Banyumas, Selasa (9/2/2021). HESTEK/Gilang

BANYUMAS, hestek.id – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Banyumas, akan mulai diterapkan. Pemerintah membagi tindakan pengendalian Covid-19, berdasarkan empat zona yakni zona merah, oranye, kuning dan zona hijau.

Kepala dinas kesehatan Banyumas Sadiyanto mengatakan, pemkab menggunakan data internal dinkes per Senin (8/2/2021), dengan rincian 10 wilayah berstatus zona merah, 102 oranye, 16 kuning, dan 202 desa atau kelurahan berstatus zona hijau.

Bacaan Lainnya

Jika menggunakan data dari provinsi sebelumnya, hanya terdapat 6 desa yang masuk zona merah atau berisiko tinggi, 123 desa dengan risiko sedang, dan 202 desa masuk risiko rendah atau bisa dikatakan aman.

“Dari provinsi terdata sampai 31 Januari 2021. Tapi dengan data terbaru kita, sekarang yang masuk zona merah itu ada 10 desa atau kelurahan,” katanya dalam rapat rencana launching PPKM mikro di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kamis (11/2/2021).

Sadiyanto enggan merinci, desa dan wilayah kelurahan mana saja yang termasuk kawasan berisiko tinggi atau masuk zona merah Covid-19 di Banyumas.

“Dari data kita, wilayah Kelurahan Tanjung termasuk kawasan dengan jumlah kasus tertinggi saat ini. Jumlah positif Covid-19 di sana, mencapai 23 kasus,” katanya.

Diakuinya, perubahan data status pasien Covid-19 sangat fluktuatif. Penambahan pasien positif dan pasien sembuh, bisa berubah sewaktu-waktu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyumas Ir Achmad Husein memutuskan untuk menggunakan data dari dinkes, untuk penerapan program PPKM mikro di Banyumas. (CR2)

Pos terkait