Pulang dari Magang di Jepang, 13 Mahasiswa Unsoed Jalani Isolasi di Wisma Atlet

  • Whatsapp
Pengajar dan beberapa orang mahasiswa Fakultas Peternakan Unsoed, saat menyambut di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (16/2/2021). HESTEK/Istimewa

BANYUMAS, hestek.id – Setelah sempat magang selama setahun di Jepang, 13 orang mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pulang ke Tanah Air.

Humas Fakultas Peternakan Unsoed, Alief Einstein mengatakan, saat ini para mahasiswanya itu sedang menjalani isolasi di di Wisma Atlet, Pademangan, Kemayoran Jakarta Pusat, begitu mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng.

Bacaan Lainnya

Einstein mengatakan, program magang mahasiswa Fakultas Peternakan Unsoed di Negeri Sakura tersebut merupakan bentuk realisasi kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, melalui program ‘Merdeka Belajar : Kampus Merdeka’ (MBKM) pada Januari 2020 lalu.

“Secara garis besar, program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kata kuncinya adalah inovasi dan kreativitas,” katanya.

Pada program yang setara dengan 40 SKS tersebut para mahasiswa wajib menguasi Bahasa Jepang sebagai sarana komunikasi pada level N3. Sehingga mereka mampu berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Di Jepang, para mahasiswa tersebut magang di industri persapian atau persusuan di Hokkaido. Selain mendapatkan pengalaman ilmu berharga, mahasiswa juga mendapatkan bonus dalam bentuk uang.

Program pemagangan industri perternakan di Jepang tersebut, merupakan hasil kerjasama antara Fakultas Peternakan Unsoed dengan beberapa perusahaan di Jepang seperti Betsukai Milk World Co.ltd; Kage Farm Co. Ltd; Suzukuna Farm Co. Ltd, dan lainnya.

Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Prof Dr Ismoyowati berharap, para mahasiswanya dapat menerapkan pengalaman berharga itu saat bekerja nanti.

“Semuanya pada akhirnya akan mendukung perbaikan kualitas pembelajaran di Unsoed, serta pemenangan dalam persaingan global untuk mendapatkan kesempatan bekerja atau menjadi pengusaha di bidang peternakan,” katanya. (CR2)

Pos terkait