Razia Rapid Antigen di Perbatasan Banyumas Baru Efektif Kamis

  • Whatsapp
Satuan petugas (Satgas) Covid-19 Banyumas melakukan operasi sosialisasi di perbatasan Banyumas-Purbalingga, tepatnya di wilayah Jompo, beberapa waktu lalu. HESTEK/Istimewa

PURWOKERTO, hestek.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas batal memberlakukan kewajiban surat keterangan rapid test antigen untuk keluar masuk wilayah, Rabu (20/1/2021).

Meski sempat ada operasi yang dilakukan di wilayah perbatasan Banyumas-Purbalingga, tepatnya di Jompo, rupanya petugas gabungan baru melakukan sosialisasi terkait penyekatan.

Bacaan Lainnya

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas, Eko Heru Surono mengatakan, kebijakan ini baru berlaku efektif pada Kamis (21/1/2021) hingga Senin (25/1/2021) atau selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sementara operasi yang dilakukan di Jompo hanyalah pengalihan Petugas gabungan. Petugas ini rutin melaksanakan operasi penegakkan protokol kesehatan di setiap perbatasan.

“Tadi belum ada penyekatan, baru sosialisasi di wilayah perbatasan Banyumas sebagai tahap awal,” katanya kepada hestek.id, Rabu (20/1/2021).

Eko mengungkapkan, sosialisasi terkait penyekatan kepada masyarakat baru dilakukan di satu titik. Selain masyarakat, pihaknya juga memberikan edukasi kepada satgas tingkat kecamatan, desa maupun RT dan RW.

“Jika tidak membawa surat, maka akan dites rapid di tempat,” katanya.

Rencananya, operasi penyekatan akan dipimpin langsung oleh Bupati Banyumas Ir Achmad Husein, Kamis (21/1/2021).

“Untuk waktu dan titik penyekatan, belum bisa diinformasikan, tunggu instruksi Bupati,” katanya.

Ia juga menginformasikan, surat keterangan rapid tes antigen hanya berlaku tiga hari sejak yang bersangkutan melakukan tes.

“Surat hanya berlaku tiga hari, itu sesuai edaran dari Satgas Covid Nasional,” katanya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh perusahaan atau instansi untuk memfasilitasi tes antigen karyawan yang berdomisili di luar Banyumas.

“Belum ada kebijakan baru soal itu, jadi tetap membayar sendiri. Sehingga perusahaan bisa membantu,” pungkasnya. (Anas Masruri)

Pos terkait