Residivis Curanmor Lintas Kabupaten, Dibekuk Polres Kebumen

  • Whatsapp
Petugas sedang menunjukkan barang bukti alat pembobol kontak sepeda motor yang digunakan pelaku. HESTEK/Istimewa

KEBUMEN, hestek.id- ‘Sepandai Tupai Melompat, Pasti Akan Jatuh Juga’, mungkin peribahasa yang layak disandingkan kepada BD (29) dan SK (26), tersangka pencurian sepeda motor lintas kabupaten yang berhasil diringkus jajaran Polres Kebumen.

Dua penjahat spesialis pencurian sepeda motor tersebut, berhasil dibekuk setelah diketahui kedapatan mencuri sepeda motor di sebuah rumah kos di Desa Sidoharum, Kecamatan Sempor, Jumat (15/1/2021) lalu sekitar pukul 07.00 WIB.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Tersangka masuk ke halaman rumah kos dan mengambil sepeda motor dengan cara merusak lubang kunci sepeda motor dengan kunci Y,” kata Kapolsek Sempor, Iptu Sumaryono, Selasa (16/2/2021).

Dari hasil penyelidikan petugas, Unit Reskrim Polsek Sempor berhasil mengamankan BD (29) yang merupakan warga Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas dan SK (26) warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tambak, Banyumas, di wilayah Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen.

Saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku sudah 17 kali mencuri sepeda motor di berbagai tempat di Jawa Tengah. 13 kali di antaranya di wilayah Purbalingga, 2 kali di Banjarnegara, dan 4 kali di wilayah Banyumas.

“Kami yakin masih banyak TKP lainnya selain yang disebutkan. Karena tersangka mengaku lupa, saking banyaknya melakukan pencarian sepeda motor,” kata Iptu Sumaryono, didampingi Kasubag Humas Polres Iptu Sugiyanto.

Modus pencurian tersangka yakni berkeliling di pemukiman warga, dan mengincar sepeda motor yang sedang diparkir di tempat sepi. Tersangka membekali diri dengan kunci magnet untuk membuka pengaman anti maling serta kunci leter Y untuk membuka paksa kunci.

“Para tersangka cukup cerdik saat beraksi. Sehingga kami mengimbau agar warga masyarakat memasang kamera cctv sebagai pengaman ganda,” jelas Iptu Sumaryono.

Kepada polisi, kedua tersangka yang juga seorang residivis mengaku hasil curiannya dijual dan uangnya digunakan untuk kepentingan sehari-hari.

Kini, tersangka dijerat d Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan. Adapun ancaman kurungan paling lama lima tahun penjara.(M Hafied)

Pos terkait