RPJMD Banyumas Dirubah, DPRD Minta Pemkab Selesaikan Sengketa Aset dan Pengangguran Akibat Covid-19

  • Whatsapp

PURWOKERTO, hestek.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyumas, dr Budhi Setiawan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyelesaikan sengketa aset dengan para pihak ketiga.

Hal itu disampaikan Budhi saat memberi sambutan dalam acara konsultasi publik Rancangan Awal Perubahan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banyumas Tahun 2018-2023, Senin (1/2/2021).

Bacaan Lainnya


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Pengelolaan aset daerah belum optimal. Sengketa dengan pihak ketiga kami mohon bisa diseleaikan dengan sungguh-sungguh, sehingga keadilan untuk masyarakat bisa terpenuhi,” katanya.

Selain itu, permasalahan lain yang disorot adalah angka kematian bayi dan kasus stunting. Anak putus sekolah, kata Budhi, juga masih cukup tinggi.

“Kemudian, belum optimal perda, penanganan sampah, investor yang menanam modal, kurangnya ruang terbuka hijau, rendahnya hasil olah perikanan, lama tinggal wisata relatif rendah, komoditas masih rendah, belum optimal kawasan industri,” katanya.

Ia juga meminta pemkab memperhatikan soal tingginya angka kematian penderes yang jatuh dari pohon kelapa. Serta mempercepat penanggulangan untuk angka pengangguran karena dampak Covid-19.

Menurutnya, Covid memang telah menghantam seluruh sektor kehidupan terutama bidang kesehatan dan perekonomian. Pandemi ini berdampak besar dengan pembangunan di tahun 2020 dan berpengaruh pada tahun 2021.

“Dana alokasi transfer daerah turun secara signifikan. Kondisi pandemi juga mengakibtakan kontraksi APBD, perlambatan ekonomi, dan penurunan APBD,” katanya.

Untuk itu, pihaknya menyatakan mendukung adanya perubahan dalam RPJMD Banyumas. Agar bisa selaras dengan perubahan arah kebijakan nasional dan provinsi. Juga untuk mengevaluasi dan koreksi serta penyesuaian arah dan target sampai Tahun 2023.

“Melalui forum konsultasi publik perubahan RPJMD, saya berharap pemkab banyumas mendapat masukan dan saran untuk pembangunan Banyumas. Ini salah satu tahapan yang sangat penting dalam menyusun perubahan RPJMD 2018-2023,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait