SINJAI, HESTEK.id – Diskualifikasi terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati H. Sabirin Yahya – Andi Mahyanto Massarappai (BERSAMA) berbuntut terhadap aksi demonstrasi ribuan masyarakat kabupaten Sinjai.

Sehari sebelum pencoblosan, KPU menerbitkan surat keputusan nomor : 77/PL.03.2-Kpt/7307/KPU-kab/VI/2018 tentangan pembatalan pasangan usungan Partai Demokrat, PAN serta PDI Perjuangan ini.

Atas diskualifikasi tersebut, ribuan masyarakat Sinjai dari berbagai pelosok desa memadati kantor panitia pengawasan pemilihan umum (Panwaslu) Sinjai meminta dilakukannya Pemilihan Suara Ulang (PSU).

Sekalipun hujan mengguyur, ribuan pendukung BERSAMA dan TAKBIR terus bergantian menyampaikan orasi politiknya untuk mendesak panwaslu segera menerbitkan PSU.

“Kami datang dengan damai hanya untuk mendesak kepada Panwaslu untuk segera menerbitkan keputusan Pemilihan Suara Ulang di seluruh TPS di kabupaten sinjai,” tegas Firman, salah satu orator.

Murni soal Harapan

Demonstrasi ribuan masyarakat sinjai di depan kantor Panitia Pengawasan Pemilu Umum (Panwaslu) serta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sinjai tiga hari belakangan ini ditanggapi oleh Muhammad Riadi yang juga juru bicara AMM.

Muhammad Riadi menyebut diskualifikasi sehari sebelum pencoblosan terhadap pasangan BERSAMA menyebabkan kantong – kantong suara pasangan nomor urut 2 ini pecah.

Selain itu menurutnya, secara psikopolitik penyelenggara merugikan pasangan keseluruhan calon bupati dan wakil bupati Sinjai. Lanjut Riadi, harusnya ada diskresi penyelenggara untuk memberikan kepastian kepada preferensi pemilih.

“Jadi yang harus diingat adalah ada puluhan ribu masyarakat Sinjai yang menggantungkan harapan, nasib, serta masa depannya pada pasangan SBY-AMM akhirnya kebingungan. Dan ini yang tuntut masyarakat Sinjai,” tegasnya saat di temui di Manggarabombang, Senin (2/7).