Selama Gus Yazid Jadi Bupati, Pendidikan Kebumen Jalan di Tempat

  • Whatsapp
Mantan Bupati Kebumen, H Yazid Mahfudz. HESTEK/istimewa

KEBUMEN, hestek.id – Satu periode telah dilalui H Yazid Mahfudz memimpin Kabupaten Kebumen. Tak hanya apresiasi positif terhadap kepemimpinannya, sosok Gus Yazid juga tak luput dari kritikan.

Rapor merah ditujukan Mantan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Kebumen, Dirgo Yuswo kepada Gus Yazid. Dirgo menilai, sosok Gus Yazid belum mampu membawa pendidikan di Kebumen ke taraf yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

“Di bidang pendidikan, saya tidak melihat bahwa beliau paham tentang konsep dan persoalannya, buktinya tidak ada perubahan yang signifikan di bidang pendidikan,” ujar dia, Minggu (2/21/2021).

Dirgo mencontohkan, menghadapi situasi pandemi Covid-19, pendidikan di Kebumen juga dinilai belum dapat menemukan formulasi atau jalan keluar untuk menciptakan pola pendidikan yang berkualitas.

“Justru pembelajaran di masa pandemi ini harusnya ada terobosan dan konsep yang mampu mengantisipasi kemerosotan kualitas pendidikan anak-anak kita, dan saya tidak melihat itu ada,” imbuhnya.

Mantan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Kebumen periode 2007-2012, Dirgo Yuswo. HESTEK/istimewa

Dirgo yang sempat menjabat sebagai Ketua 2 DPK Kebumen periode 2007-2012 menjelaskan, paradigma pendidikan yang mestinya mampu menciptakan peningkatan kualitas SDM tidak terlihat selama kepemimpinan Gus Yazid.

“Beliau kurang cakap mengelola birokrasi untuk membuat kemajuan dan prestasi,” terang dia.

Dari segi pemerintahan, ia juga menyoroti kinerja pengelolaan pemerintahan dalam menghadapi wabah virus corona yang merebak sejak satu tahun lalu.

“Bahkan ada insiden yang sangat konyol dan memalukan. Pada awal pandemi waktu itu kebetulan pasien Covid-19 sempat nol di RSDS, kemudian beliau beserta beberapa pejabat melakukan cukur gundul ramai-ramai,” tandasnya.

Gus Yazid sebagai bupati dan sang istri, Zuhroh Yazid Mahfudz, selaku Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen mengakhiri tugas per 17 Februari 2021 lalu. Permohonan maaf pun dihaturkan melalui pesan berantai di aplikasi percakapan.

“Dengan berakhirnya masa tugas dan jabatan kami, perkenankan kami sekeluarga menghaturkan permohonan maaf apabila ada khilaf baik dalam hal tutur kata dan tingkah laku,” ucap Yazid. (M Hafied)

Pos terkait