Selama ‘Jateng di Rumah Saja’ Cuma Tempat Ini yang Boleh Buka

  • Whatsapp
Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, saat meninjau Pasar Sokaraja, beberapa waktu lalu. HESTEK/Anas Masruri

PURWOKERTO, hestek.id – Pemerintah Kabupaten Banyumas, akhirnya memutuskan untuk tidak mengikuti sepenuhnya surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terkait program Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja.

“Kita nggak mungkin 100 persen seperti itu, kalau pasar tutup orang belanja ke mana? Maka kita hanya kendalikan,” kata Bupati Banyumas Achmad Husein, Rabu (3/2/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, program ini secara prinsip kemanfaatannya adalah untuk pemutusan penyebaran Covid-19. Namun, ia menginginkan perekonomian, terutama yang berskala kecil tidak menjadi korban.

“Ekonomi jangan sampai menjadi tidak bergerak sama sekali. Terutama di level orang-orang kecil,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk tempat-tempat yang ditutup seperti pusat perbelanjaan yang ramai, toko modern, dan mall.

Sementara bagi masyarakat yang hendak keluar rumah, ia mengaharapkan, hanya untuk keperluan mendesak dan penting. Untuk urusan yang tidak penting, ia mengimbau warga untuk tetap di rumah saja.

Pemkab Banyumas memutuskan, tetap akan menutup seluruh objek wisata yang ada baik untuk wisata out door maupun indoor.

Mangacu surat edaran Gurbernur Jawa Tengah, Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja dilaksanakan semua komponen masyarakat. Namun ada pengecualian untuk unsur terkait sektor esensial seperti kesehatan, kebencanaan, keamanan, energi, komunikasi dan teknologi informasi.

Selain itu juga sektor keuangan, perbankan, logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, perhotelan, dan insustri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.

Diberitakan sebelumnya, Banyumas siap menyukseskan gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, akhir pekan ini. (Anas Masruri)

Pos terkait