Sembuh dari Covid-19, Agus Nur Hadi Ajak Penyintas Donor Plasma Darah

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perhubungan Banyumas, Agus Nur Hadi, sedang mendonorkan plasma darahnya.

BANYUMAS, hestek.id-Setelah dinyatakan negatif dan sembuh dari infeksi Covid-19, Kepala Dinas Perhubungan Banyumas, Agus Nur Hadi, mendonorkan plasma darahnya.

Plasma darah yang didonorkannya itu, nantinya akan digunakan untuk membantu pasien Covid-19 yang sedang berjuang untuk kesembuhannya.

Bacaan Lainnya

“Mudah-mudahan plasma darah ini bermanfaat untuk yang sedang berjuang melawan Corona. Kami mengimbau yang sudah sembuh dari Covid-19 untuk segera berdonor, karena ternyata plasma darah kita sangat dibutuhkan,” katanya.

Menurut Agus, prosesnya sangat mudah dan sama sekali tidak menyakitkan. Bagi penyintas Covid-19 yang akan mendonorkan plasma darahnya, dapat menghubungi PMI terlebih dahulu dengan syarat hasil swab sudah negatif dan sudah tidak bergejala lagi.

“Hanya butuh setengah jam saja untuk proses pemgambilan. Saya mendonorkan 600 cc atau bisa menjadi tiga kantong, mudah-mudahan jadi pahala dan berkah,” ujar Agus.

Seperti diketahui, Palang Merah Indonesia Indonesia (PMI) Banyumas memang sedang menggencarkan gerakan donor plasma darah.

Bersama pemerintah daerah, PMI mengajak survivor alias penyintas atau pasien Covid-19 yang telah sembuh untuk mendonorkan plasma darahnya.

Kepala Seksi Pelayanan Donor PMI Kabupaten Banyumas, Muhammad Mulkhanasir, PMI Banyumas masih cukup kesulitan mendapatkan pendonor plasma darah dari pasien yang telah sembuh dari Covid-19.

Sejauh ini, PMI Banyumas baru berhasil mendapat sekitar 20 pendonor saja. Padahal permintaannya banyak, termasuk dari luar daerah.

Per hari ini, PMI Banyumas baru punya 5 kantong untuk golongan darah A, 1 kantong golongan darah B, 2 kantong O dan 1 kantong golongan darah AB.

“Selain masih minimnya kesadaran, masih banyak juga penyintas yang tidak tahu kalau plasma darahnya dibutuhkan untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19,” ujarnya.

Karena itu, dia berharap informasi seputar donor plasma darah bisa semakin disebarluaskan.

“Pemerintah daerah sudah sangat mendukung, bahkan orang-orang dekat bupati yang sudah sembuh juga sudah mendonor,” katanya. (enq)

Pos terkait