Siswa Wajib Bawa Bekal dan Dilarang Naik Angkutan Umum, Saat Belajar Tatap Muka di Sekolah

  • Whatsapp
Ilustrasi foto by 周 康 from Pexels

PURWOKERTO, hestek.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Banyumas melalui Dinas Pendidikan (Dindik), tak mau tergesa-gesa menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) serentak di Banyumas. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sekolah, saat mengajukan permohonan PTM.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdin) Kabupaten Banyumas, Leonalto Adisasmito mengatakan, sekolah yang menginginkan PTM diharuskan mengirimkan permohonan izin ke dinas terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

Dalam proses perizinan ini, sekolah yang mengajukan permohonan akan diverifikasi untuk melihat kesiapan pelaksanaan PTM sesuai protokol kesehatan.

Misalnya, disediakan tempat cuci tangan/ hand sanitizer, ada fasilitas dan tim kesehatan yang disiagakan, tempat duduk siswa diatur dengan jarak 1,5 meter, serta dalam satu hari hanya 4 jam pembelajaran.

“Jadi satu kelas hanya diisi 50 persen dari jumlah siswa dan pembelajaran dilakukan hanya sampai jam 11 tanpa ada jam istirahat,” katanya.

Sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebelum melaksanakan PTM seluruh guru juga harus divaksin terlebih dahulu.

“Pelaksanaan PTM baru bisa dilakukan, setelah 7 hari vaksinasi dosis kedua para guru. Kemudian, sekolah juga harus berada di zona kuning atau hijau,” katanya.

Aturan ini juga tidak hanya ditujukan ke pihak sekolah, untuk sekolah yang akan menggelar PTM juga wajib mendapat persetujuan dari orangtua siswa.

“Siswa juga harus membawa bekal sendiri dan berangkat sekolah diantar jemput, tidak menggunakan angkutan umum,” katanya.

Sementara dalam rapat koordinasi bersama bupati, guru dan siswa yang di rumahnya ada komorbid juga tidak diperkenankan mengikuti PTM.

“Kita mengutamakan kesehatan, jangan sampai malah nanti angka Covid naik lagi,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait