Soal Polemik Layanan RS Elisabeth Purwokerto, Kedua Pihak Bikin Kesepakatan, Apa Itu?

  • Whatsapp
RS Santa Elisabeth Purwokerto. HESTEK/Iqbal Fahmi

PURWOKERTO, hestek.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas mempertemukan pihak Rumah Sakit (RS) Santa Elisabeth Purwokerto dengan perwakilan keluarga mendiang TA (32) di Kantor Dinkes, Kamis (18/2/2021).

Pertemuan ini dilakukan untuk memediasi kedua belah pihak yang berselisih. Hadir dalam mediasi, Direktur RSU St Elisabeth, Siswanto dan kakak dari pasien yang juga anggota Polresta Banyumas, Fajar Andi Agustin.

Bacaan Lainnya

Proses mediasi tersebut berlangsung tertutup. Sejumlah awak media menunggu di luar ruangan saat kedua pihak saling bertemu.

“Kami diundang Dinkes hari ini untuk mencari titik temu terkait persoalan yang saya adukan kepada RSU Elisabeth,” kata Fajar kepada hestek.id.

Fajar sendiri menyambut baik kehadiran pihak rumah sakit, untuk menyelesaikan perkara yang sudah berlarut-larut tanpa kejelasan. Dari Oktober lalu hingga Januari kemarin, Fajar merasa aduannya selalu menggantung, tanpa ada titik terang.

“Dalam mediasi ini saya menyampaikan keluhan kami dan keluarga atas apa yang terjadi saat mendiang adik saya dirawat di rumah sakit. Begitu juga dengan Direktur Elisabeth telah menjelaskan duduk perkaranya,” katanya.

Dalam kasus ini, Fajar dan pihak RS Elisabeth sepakat untuk menyelesaikannya dengan jalur kekeluargaan. Dia berharap pihak manajemen RS Elisabeth lebih terbuka dan tidak membentengi diri.

Sementara itu, Direktur RSU St Elisabeth, Siswanto mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut sudah ada kesepakatan bersama. Meski demikian, dia belum dapat memberi kepastian terkait permintaan pihak keluarga pasien karena harus dikonsultasikan dulu kepada yayasan pemilik rumah sakit.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Iya, sudah ada kesepakatan, tetapi belum final. Kami akan koordinasi dahulu dengan yayasan sebagai pemilik,” katanya. (Anas Masruri)

Pos terkait