Suami Pailit Karena Pandemi, Ada 2.692 Janda Baru di Purwokerto

  • Whatsapp

PURWOKERTO, hestek.id- Selama tahun 2020 terdapat 2.692 kasus perceraian yang telah di putus oleh Pengadilan Agama Purwokerto. Alasan kandasnya rumah tangga di Purwokerto didominasi oleh masalah ekonomi yang hancur selama pandemi Covid-19.

“Pengajuan cerai didominasi oleh perkara cerai gugat atau dari pihak perempuan karena tidak diberi nafkah,” kata Panitera Pengadilan Agama Purwokerto, Anwar Faozi saat ditemui Hestek.id, Senin (04/01/2021).

Bacaan Lainnya

Anwar mengungkapkan, rata-rata usia pemohon berkisar 30 sampai 50 tahun. Para pihak yang berperkara, kata Anwar, kebanyakan dari latar belakang pedagang, petani, sampai buruh harian lepas.

Aparatur Sipil Negara (ASN) pun tidak luput menyumbang angka perceraian di Purwokerto. Anwar merinci, selama tahun 2020 ada 124 perkara cerai yang dijalani oleh ASN dan baru 30 yang diputus oleh hakim.

“Dasar gugatan atau permohonan cerainya karna perselisihan yang tidak bisa didamaikan lagi, alasan lebih spesifiknya karna perselingkuhan,”ujarnya.

Selama pandemi Covid-19, Pengadilan Purwokerto melakuan pendaftaran dengan E-Court. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pengunjung yang datang dan memicu kerumunan. (CR-1)

Pos terkait