Suntik Massal di GOR Satria Jadi Alternatif Vaksinasi Tahap Kedua

  • Whatsapp
Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto.

BANYUMAS, hestek.id – Dinas Kesehatan Banyumas tengah menggodog rencana antisipasi pelaksanaan vaksiniasi Covid-19 tahap kedua. Pihak Dinkes merencanakan beberapa opsi, mulai dari penambahan jumlah fasilitas kesehatan (faskes), vaksinasi massal di GOR Satria hingga vaksinasi mobile.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Kemarin kan ada sekitar 59 fasilitas pelayanan, nanti rencananya kami tambah lagi jadi sekitar 80-an,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, Sadiyanto melalui sambungan telepon, Rabu (17/2/2021).

Bacaan Lainnya

Dia menambahkan, pihak internal Dinkes juga sedang merencanakan penambahan opsi berupa vaksiniasi massal di GOR Satria dan vaksiniasi mobile.

“Kami sedang membahas perencanaan vaksiniasi massal di GOR dan dimungkinkan juga akan ada vaksiniasi mobile,” katanya.

Sadiyanto berpendapat, penambahan opsi tersebut disampaikan untuk mengejar efisiensi waktu penyuntikan dosis pertama dan kedua.

“Jeda penyuntikan kan 14 hari, sementara jumlah target penerima vaksin mencapai hampir 60 ribu orang. Jadi butuh opsi tambahan untuk mengejar efisiensi waktu,” katanya.

Sadiyanto mengatakan, pembahasan masih terbatas pada internal Dinkes. Pihaknya masih menunggu persetujuan pusat untuk realisasinya.

“Tapi ini baru ide, kalau diizinkan oleh pusat atau provinsi nanti akan segera kami tindaklanjuti,” katanya.

Seperti diketahui, pelayan publik akan menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua. Rencananya vaksinasi akan dilakukan pada 22 Februari mendatang dengan menyasar sekitar 60 ribu orang.

Untuk sasaran penerima vaksin Covid-19 tahap kedua yakni TNI, Polri, DPRD dan DPD, Satpol PP, kades, lurah dan perangkat desa. Selain itu ada pula pejabat negara, ASN, pegawai BUMN, pegawai UPTD pasar dan bahkan wartawan.

Dinkes sendiri belum merekap jumlah rinci per profesi. Sementara pemerintah pusat baru memberikan daftar nama sasaran penerima vaksin dari kelompok pelayan publik, dan tidak merinci untuk profesi lain.

“Seperti kemarin kan datanya top down dari pusat sekitar 60 ribu. Sementara kami juga melakukan pendataan dari bawah. Untuk vaksiniasi tahap kedua ini akan lebih fleksibel,” pungkasnya. (CR2)

Pos terkait