Rumah Dipagar dan Tolak Tamu Tak Dikenal Karena Takut Corona

  • Whatsapp
Hari Sabar berdiri di halaman rumahnya yang sudah dipagari rapat-rapat.

AJIBARANG, hestek.id-Publik Banyumas Raya mungkin banyak yang tak merasa takut dengan Covid-19. Namun, bagi beberapa orang, wabah satu ini masih dianggap sebagai sebuah momok mengerikan. Hari Sabar, warga Ajibarang, Banyumas adalah salah satunya.

Saking takutnya dengan Covid-19, ia membangun pagar keliling rapat di sekitar rumahnya. Hal ini dilakukannya setelah beberapa tetangga didiagnosa positif Covid-19. Kondisi ini membuatnya merasa perlu menambah perlindungan ekstra.

Bacaan Lainnya

Hari mengaku sudah seminggu menutup diri dan tidak berhubungan dengan lingkungan sekitar.  Pagar keliling rumah dibuat dari seng. Semua jendela juga ditutupnya. Hanya ada satu akses masuk ke dalam rumah tersebut. Total, ia menghabiskan dana sekitar Rp 5 juta.

“Ini semuanya saya tutup, pintu satu tak kasih CCTV, jadi kalau tak kenal atau orang jauh tidak boleh berkunjung,” kata dia.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sulap ini menambahkan, langkah ini dilakukannya lantaran rasa takut dan khawatir.

“Corona itu bener-bener ada dan bahaya. Kalau sampai kena akan jadi masalah besar. Nggak Cuma kesehatan, orang juga nggak mau ketemu dengan kita. Kadang sampai merinding dan gak bisa tidur saking takutnya,” ujar dia.

Hari mengaku ada warga yang menyebutnya berlebihan. Namun, ia merasa yang dilakukannya merupakan hal yang penting.

“Ada yang ngomongmau hidup sendirian tau bagaimana. Tapi, saya yang penting bertahan hidup,” kata dia lagi.

Ditambahkan, ia baru akan membuka pagar rumah tersebut saat kondisi sudah aman.

“Nanti kalau pemerintah bilang sudah aman baru saya buka. Mungkin kalau anak sekolah sudah boleh masuk,” kata dia.(topan pramukti)

Pos terkait