Tamu Hotel Wisata Niaga Purwokerto Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar

  • Whatsapp
Anggota Polsek Purwokerto Timur mengecek seorang tamu bernama Sariawan (52) yang ditemukan meninggal di kamar nomor 427 hotel Wisata Niaga Purwokerto, Kamis (21/1/2021) malam. (HESTEK.ID/istimewa)

PURWOKERTO, hestek.id – Seorang tamu hotel Wisata Niaga Purwokerto ditemukan meninggal di kamar nomor 427, Kamis (21/1/2021). Korban diketahui bernama Sariawan (52) warga Kecamatan Petanahan,  Kebumen.

Kapolsek Purwokerto Timur, Kompol Noor Yadi mengatakan, korban menginap di Wisata Niaga sejak Rabu (20/1/2021) malam. Namun hingga Kamis (21/1/2021), korban tak kunjung keluar kamar atau menghubungi resepsionis.

Bacaan Lainnya

Berniat untuk menanyakan perpanjangan sewa, seorang karyawan hotel bernama Fadli mengetuk kamar korban sekitar pukul 18.30 WIB. Karena tidak kunjung menyahut, Fadli mengira korban masih istirahat di dalam kamar.


Cari Informasi Viral Di Kolom Pencarian

“Sampai jam 22.00 korban tidak keluar juga, berkali-kali resepsionis menelepon juga tidak diangkat,” kata Noor saat dikonfirmasi hestek.id melalui sambungan telepon, Sabtu (23/1/2021).

Karena curiga, akhirnya sejumlah karyawan mengecek ke dalam kamar menggunakan kunci duplikat. Benar saja, begitu pintu terbuka, saksi melihat korban korban terlentang di kasur dengan hanya mengenakan kaos dan celana dalam.

“Saksi mencoba menggoyangkan kaki korban dengan menggunakan tempat sampah, tapi korban tidak ngasih respon,” ujarnya.

Menduga korban sudah meninggal, saksi langsung melaporkan kepada manajer hotel. Setelah dilakukan pemeriksaan, manajemen hotel memastikan korban sudah tak bernyawa.

“Manajemen hotel melapor ke Polsek dan langsung kami turunkan anggota ke TKP (Tempat Kejadian Perkara, red),” terangnya.

Dari hasil penyelidikan, polisi mendapati sejumlah obat yang diduga untuk gejala hipertensi, jantung dan diabetes.

“Pemeriksaan dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Purwokerto Timur. Diduga korban meninggal karena serangan jantung,” katanya.

Polisi, kata Noor, langsung melacak keluarga korban, dan diketahui informasi jika korban datang ke Purwokerto untuk urusan bisnis. Petugas medis mengevakuasi korban dan langsung mengantarkan jenazah ke rumah duka.

“Polisi dan petugas medis waktu evakuasi pakai APD, untuk antisipasi (Covid-19),” pungkas Noor. (Iqbal Fahmi)

Pos terkait