Ternyata Sudah ada Peringatan Sebelum Longsor di Kebumen Kubur Satu Keluarga

  • Whatsapp
Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua korban longsor di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Rabu (10/2/2021). HESTEK.ID/Basarnas Cilacap

KEBUMEN, hestek.id – Sedikitnya 90 jiwa mengungsi akibat bencana tanah longsor di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kebumen, Selasa (9/2/2021). Selain itu, tujuh rumah juga dilaporkan rusak berat akibat tertimpa material longsor.

“Ada dua balita dan 12 anak-anak yang ngungsi, selebihnya dewasa dan orang tua,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Teguh Kristiyanto, Kamis (11/2/2021).

Bacaan Lainnya

Teguh menyebutkan, tujuh rumah yang rusak milik Gumun Mujiono, Sri Rejeki, Tarsinah, Mitro Utomo, Jemarun, Tri Mulyadi, dan Kirwanto. Total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar.

“Sebelumnya memang sudah ada peringatan, tapi ada warga yang bersikukuh untuk tetap tinggal,” terangnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Teguh Kristiyanto saat ditemui di lokasi longsor, Kamis (11/2/2021). HESTEK/M Hafied

Hingga kini, lanjut Teguh, warga terdampak longsor mengungsi di beberapa titik tenda pengungsian yang didikan petugas. Beberapa diantaranya juga ada yang memilih mengungsi di rumah kerabat yang jauh.

“Balai Desa ada 29 jiwa dari 8 KK (Kepala Keluarga), Masjid Baitul Muttakin 4 KK 11 jiwa, Rumah Sungkono 14 KK 32 jiwa, Rumah Margono 1 KK 2 jiwa, Rumah Lebar 4 KK 12 jiwa dan rumah Beni Santoso 1 KK 4 jiwa. 11 pengungsi masih anak-anak,” katanya.

BPBD Kebumen bersama relawan dari sejumlah instansi lintas sektoral telah mengirimkan bantuan logistik untuk mencukupi kebutuhan makan para pengungsi.

“Bantuan sudah berdatangan dari kemarin dan langsung diditribusikan untuk pengungsi di sejumlah titik,” imbuhnya.

Sebelumnya, tiga warga dilaporkan hilang tertimbun longsor yang terjadi di RT 01 RW 02 Dukuh Krajan, Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kebumen. Longsor terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah setempat beberapa hari terakhir.

Dua dari tiga korban bernama Tarsinah (60) dan Doniatun (46) berhasil ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia tertimbun material longsor.

Hingga kini, petugas masih mencari keberadaan satu korban, Jemarun (48) yang turut dilaporkan hilang dalam peristiwa nahas tersebut. (M Hafied)

Pos terkait