Teror Warga Selama 3 Tahun, Biawak Raksasa Penunggu Sungai Kranji Bakal Dilelang, Siapa Berani?

  • Whatsapp
Biawak raksasa yang ditangkap oleh Sunarto (43) dan kawan-kawan di Sungai Kranji dekat Masjid Jenderal Soedirman, Purwokerto, Minggu (21/2/2021). HESTEK/Gilang Grahita

PURWOKERTO, hestek.id – Biawak raksasa yang ditangkap oleh Sunarto (43) dan kawan-kawan di Sungai Kranji dekat Masjid Jenderal Soedirman, Purwokerto berjenis biawak air tawar (varanus salvator). Satwa liar berukuran hampir dua meter ini diduga telah meneror warga di bantaran Sungai Kranji sejak tahun 2019 lalu.

Kepala Kepala Resor Konservasi Wilayah (RKW) II Cilacap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah, Dedi Rusyanto memerkirakan, biawak raksasa tersebut telah berusia belasan tahun.

Bacaan Lainnya

Kemungkinan, reptil ini dapat tumbuh sampai ukuran raksasa karena ketersediaan makanan yang berlimpah di aliran sungai.

“Biawak air tawar ini jenis karnivora dan pemakan bangkai. Reptil ini mampu memanjat batu dan pohon. Kemungkinan bisa tumbuh sampai sebesar itu karena makanan di sekitar sungai melimpah,” katanya saat dihubungi hestek.id, Senin (22/2/2021).

Dedi menjelaskan, biawak air tawar bukan jenis satwa yang membahayakan. Selain tidak beracun, biawak air tawar juga tidak agresif. Satwa ini kan cenderung lari dan bersembunyi jika berpapasan dengan manusia.

“Tidak akan menyerang manusia, jadi tidak berpotensi konflik dengan warga sekitar sungai,” ujarnya.

Biawak raksasa yang ditangkap oleh Sunarto (43) dan kawan-kawan di Sungai Kranji dekat Masjid Jenderal Soedirman, Purwokerto, Minggu (21/2/2021). HESTEK/Gilang Grahita

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Purwokerto digegerkan dengan viralnya foto penangkapan biawak raksasa oleh Sunarto (43) warga RT01 RW 01 kelurahan Kranji, Minggu (21/2/2021) kemarin.

Biawak raksasa hampir dua meter tersebut, kata Sunarto, sudah menjadi incaran para pemburu. Tapi belum ada yang berhasil menangkapnya. Sunarto merasa beruntung, karena ketika mengecek ke lokasi biawak tersebut sedang berjemur di tempat terbuka.

“Biawak ini sejak 2019 jadi incaran. Tapi tidak bisa ditangkap, ditembak juga gak mempan. Kebetulan pas hoki, anjing kita langsung lari mengejar biawak yang lagi berjemur di pinggir kali,” katanya.

Melihat dua ekor anjingnya bergelut dengan biawak, Sunarto, Taufik dan anaknya, langsung lari dan menangkapnya dengan tangan kosong.

“Pas nangkap lagi nggak bawa bedhil. Kami kejar dan tarik ekornya,” katanya.

Saat ini biawak tersebut berada di rumah Sunarto, di dekat Simpang Palma. Sunarto berniat menjual biawak tersebut kepada penawar tertinggi.

“Kemarin ada yang nawar Rp 300 ribu, belum dilepas,” ujarnya. (Iqbal Fahmi)

Pos terkait